oleh

Sebelum Ditetapkan Tersangka, Begini Aksi Rat Merampas Kalung di Jeumpa Bireuen 

PENANEGERI, Bireuen – Sebelum ditangkapnya Rat (34) warga Desa Mon Jambee, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen sebagai tersangka, terkait dugaan perampasan kalung dengan kekerasan yang dilakukan terhadap Manfarisah (85) warga setempat.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi didampingi Kapolsek Kota Juang Bireuen, AKP Ahmad Arief Sanjaya kepada wartawan, Sabtu (9/3) menjelaskan, ditetapkannya Rat sebagai tersangka tidak terlepas dari keterangan korban sebelum meninggal yang disampaikan kepada anaknya, Rahmawati.

“Saat korban dirawat, sebelum meninggal dunia, korban sempat menyampaikan kepada anaknya tentang ciri-ciri pelaku yang merampas kalung emas dan menganiaya dirinya,” katanya.

Di samping keterangan anak korban, beberapa keterangan warga yang telah dimintai keterangan serta hasil pantauan tim Polsek Kota Juang sejak kasus itu terjadi, mengarah dugaan, kalau Rat pelakunya.

Sebelum ditangkap, tambah Kapolsek Kota Juang, tersangka Rat ini sempat berlagak seperti tidak tahu apa-apa atau istilahnya maling teriak maling.

“Usai kejadian, dari warga yang melihat kejadian itu hanya tersangka yang terlihat mondar-mandir di dalam rumah korban, seperti orang yang mencari sesuatu.,” terangnya.

Baca Juga  Pelajar SUPM Ladong Sempat Chatingan dengan Ibunya Sebelum Ditemukan Meninggal

Saat itu, tambah Ahmad Arief Sanjaya, tersangka beberapakali mengatakan, pelakunya seorang pria yang melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban. Sementara dari keterangan korban kepada anaknya, pelakunya justru seorang wanita.

“Beberapa saat setelah kejadian, rumah tersangka ini hanya berjarak sekitar 500 meter sebelah utara dari arah rumah korban dan bahkan saat itu, Ia sempat berada diseputaran rumah korban. Yang anehnya tersangka berkali-kali menyatakan kepada warga, juga anak korban kalau pelaku pencurian itu adalah seorang pria,” jelasnya.

Karena memperoleh keterangan berbeda, maka sejumlah saksi dari warga setempat serta keluarga korban akhirnya dimintai keterangan oleh tim penyidik.

“Dari dasar inilah, selanjutnya disimpulkan bahwa tersangkanya mengarah kepada Rat dan akhirnya ditangkap 2 Maret lalu,” sebutnya.

Dijelaskannya, emas hasil curian dari korban, awalnya saat ditangkap tersangka ini mengaku tidak ada padanya. Namun keesokan harinya, Ia akhirnya mengaku, kalau emas tersebut sudah Ia titipkan pada tetangga.

Dari keterangan ini, kita simpulkan, kalau tersangka ini sepertinya takut menjual kalung emas yang dirampas tersebut, sebab emasnya sudah tak utuh lagi dan sudah terputus.

Baca Juga  JMK Tuntut Pemerintah Aceh Sejahterakan Petani dan Nelayan

Selanjunya, personel mengambil barang bukti tersebut dari seorang tetangga tersangka, dengan didapatkannya barang bukti ini, maka semakin menambah kuatnya dugaan bahwa Rat ini diduga yang merampas kalung tersebut dari leher korban.

Sementara itu, Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan mengatakan, hingga kemarin tersangka masih bersikukuh tidak melakukan perbuatan yang disangkakan kepadanya, meski sebagian emas hasil rampasan dari leher korban sempat hendak dia jual, selanjutnya Ia titipkan pada seorang tetangganya.

“Untuk mengungkap kasus ini, tim penyidik Polres Bireuen sedang memintai keterangan sejumlah saksi lainnya. Apa lagi adanya barang bukti potongan kalung emas yang Ia titipkan pada tetangganya,” jelasnya.

Kendati penyelidikan kasus ini sudah lebih satu bulan, tapi polisi terus melakukan langkah-langkah, hingga akhirnya Rat berhasil ditangkap.

“Kita yakni dan Insya Allah kita tidak salah tangkap, meski sudah beberapa hari diinapkan di dalam sel Polsek Kota Juang, Bireuen, tersangka  ini masih bersikukuh tidak merampas kalung emas dari leher korban Manfarisah,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang ibu rumah tangga (IRT), Rat (34) warga Desa Mon Jambe, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen ditangkap personel Polsek Kota Juang, Bireuen diduga melakukan pencurian.

Komentar

Berita Terbaru