oleh

Sebelum Tersangka Ditangkap, Polisi Amankan 1.950 Slop Rokok Luffman Ilegal 

PENANEGERI, Bireuen – Tertangkapnya dua tersangka yang diduga penyelundup rokok Luffman serta teh ilegal berawal dari pengembangan yang dilakukan Polres Bireuen di kawasan Jeumpa.

Sebelum diamankannya tersangka CN (39) dan Sy (46) di rumahnya, pihak kepolisian menerima informasi masyarakat terkait adanya penyelundupan rokok ilegal dan beberapa bungkus teh hijau.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK M.Si melalui Kasatreskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada wartawan, Senin (21/1) mengatakan, setelah dilakukan pengembangan, tim Satreskrim Polres Bireuen menciduk tersangka Zul, warga Jeumpa yang sedang memuat rokok ilegal itu ke dalam mobil box. Lalu tim juga menemukan barang bukti rokok di kamar tersangka.

“Dari pengembangan setelah ditangkapnya Zul, Minggu (20/1) malam di kawasan Jeumpa. Lalu tim kembali melakukan pengembangan, mencari aktor terkait dugaan penyelundupan ini,” sebutnya.

Setelah mendapat petunjuk, tim akhirnya berhasil mengamankan dua orang tersangka lainnya, yakni CN dan Sy dan mereka ini merupakan pasangan suami istri.

Saat diamankan di kawasan Kecamatan Kota Juang, Senin (21/1) pagi, kedua tersangka ini menyerang petugas dan berusaha merebut senjata polisi, saat hendak ditangkap.

Baca Juga  Toke Suum Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan

“Tim terpaksa harus melumpuhkan mereka, karena menyerang petugas dengan menggunakan sebilah parang, serta berusaha merebut senjata,” terang Eko Rendi Oktama.

Setelah didor tim Satreskrim, keduanya dilarikan ke RSU dr Fauziah Bireuen guna mendapat perawatan medis, dan mereka langsung menjalani proses operasi guna mengeluarkan proyektil peluru.

Berdasarkan informasi yang didapat, CN mengalami luka tembak di paha kanan, sedangkan Sy mengalami luka bagian dibetis kanan.

“Dalam penangkapan itu, tim Satreskrim Polres Bireuen berhasil mengamankan 1.950 slop atau 1.950 bungkus rokok merk Luffman, tujuh bungkus teh hijau, uang tunai Rp 8 juta lebih, dompet dan ATM pelaku, satu HP merk Oppo, serta satu unit mobil box Suzuki Carry yang digunakan untuk mengangkut barang ilegal itu” terangnya.

Para tersangka ini akan dijerat dengan Pasal 54 dan 56 Undang- undang no 39 thn 2007 tentang Cukai.

Komentar

Berita Terbaru