oleh

Sejarah Panjang Masjid Agung Roma yang Dibangun Minoritas Muslim

PENANEGERI, Roma – Ketika mendengar Kota Roma, mungkin mayoritas orang langsung tertuju dengan klub sepakbolanya yaitu AS Roma. Selain itu, Roma juga terkenal dengan Tahta Suci Vatikan untuk Paus atau pemimpin tertinggi umat Katolik diseluruh dunia.

Ibukota Italia, jika dilihat dari mayoritas penduduknya yang beragama Katolik, hampir tidak mungkin bagi umat muslim yang notabene hanya minoritas, untuk dapat mendirikan masjid di kota ini.

Tapi siapa yang menyangka Roma pun juga tidak asing bagi muslim di seluruh belahan dunia dan Roma juga merupakan salah satu bangsa yang sejarahnya di sebut didalam Al-Qur’an, namanya pun juga diabadikan didalam Surah ke 30 bernama Ar-Rum.

Kontributor Penanegeri.com, Rabu (23/1) berkesempatan menunaikan Shalat Zhuhur diruangan kedua Masjid Agung Roma yang di imami Imam Besar Masjid tersebut meski hanya dengan 4 orang jamaah.

Usai shalat zhuhur, Imam Besar Masjid Agung Roma, Muhammad Hasan Salah (67) yang berasal dari Mesir, mengajak Penanegeri.com untuk melihat rungan utama masjid yang pada hari biasa di tutup dan akan di buka hanya untuk shalat Jumat dan peryaan hari besar Islam lainnya.

“Pembangunan Masjid Agung Roma merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi muslim Roma begitupun bagi para pembangunnya, mengingat signifikansi sejarah kota Roma hingga menyangkut masalah sosial dan politik disana, menjadikan pembangunan masjid ini menyita begitu banyak perhatian dari berbagai pihak baik yang pro maupun kontra. Bagaikan suatu yang mustahil bagi minoritas muslim Italia untuk mendirikan masjid di kota ini,” ungkap Imam Besar Muhammad Hasan saat memberikan penjelasan kepada Penanegeri.com terkait sejarah Masjid Agung Roma, seperti disebutkan dalam laporan ahir arsitek sekaligus konsultan pembangunan Masjid Agung Roma, Sami Maosawi untuk Aga Khan Award for Architecture pada tanggal 6 Januari 1998 silam.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Benito Mussolini yang lahir pada tahun 1883 adalah diktator Italia beraliran Fasis yang berkuasa pada periode 1922-1943, bahkan terkenal dengan kutipan ucapannya tentang pembangunan masjid di Kota Roma “Tak kan ada Masjid di Roma, selama tak ada Gereja di Mekah”.

Masjid Agung Roma
(Penanegeri/Tri Syahputra) : Masjid Agung Roma berdiri megah sejak 21 Juni 1995 terletak di Utara Kota Roma, Italia, Jumat (25/1).

“Lima puluh tahun setelah kematian Mussolini, ummat Islam di kota Roma ahirnya memiliki sebuah masjid megah dan menjadi salah satu masjid terbesar di Eropa, lengkap dengan segala fasilitas penunjangnya,” sebut Muhammad Hasan, sembari mengucapkan Alhamdulillah.

Imam Besar menambahkan, Masjid Agung Roma diresmikan penggunaannya pada tanggal 21 Juni 1995 silam, setelah melalui proses panjang yang teramat melelahkan selama 20 tahun, dihitung sejak tahun 1974 ketika pertama kali lahan untuk pembangunan masjid ini diperoleh dari Dewan Kota Roma atas lobi-lobi intensif Raja Faisal dari Arab Saudi kepada Presiden Giovanni Leone (presiden Italia ke-6 yang menjabat tahun 1971-1978).

“Butuh perjuangan panjang untuk bisa mendirikan rumah Allah di Roma ini,” ucap Muhammad Hasan yang telah 25 tahun menjadi Imam Besar Masjid Agung Roma.

Masjid Agung ini berlokasi di utara Kota Roma, sedikit jauh dari pusat Kota Roma, namun bagi wistawan muslim yang ingin mengunjui atau ingin menunaikan shalat di masjid terbesar di eropa ini tidak perlu khawatir, karena masjid ini bisa di akses dengan transportasi umum dari pusat Kota Roma.

Dari stasiun Roma Termini, para wisatawan bisa menggunakan Metro (sejenis MRT) ke arah stasiun Flaminio. Setibanya di stasiun Flaminio kita harus bertukar dengan Metro yang akan membawa kita ke stasiun Campi Sportivi dikanjutkan keluar menuju arah jalan Vialle Della Moschea dan akan langsung terlihat menara masjid yang menjulang tinggi.

Komentar

Berita Terbaru