oleh

Sejumlah Fraksi Kritisi Kinerja Pemkab Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Selain implementasi dari visi misi Bupati Bireuen, terwujudnya Kabupaten Bireuen yang adil, makmur aman dan damai berlandaskan Syariat Islam, sejumlah fraksi di DPRK Bireuen mempertanyakan pelaksanaan proyek/pekerjaan agar diprioritaskan kepada seluruh pengusaha-pengusaha di Bireuen.

Hal itu terungkap dalam rapat ke-2 Paripurna I masa Persidangan III tahun 2018, di ruang sidang paripurna dewan setempat, Selasa (27/11) yang dipimpin Wakil Ketua DPRK Bireuen, Drs Muhammad Arif.

Rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi tentang Rancangan Qanun Pengelolaan Barang Milik Daerah, Rancangan Qanun tentang Pencabutan atas Qanun Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Retribusi Izin Gangguan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Tahun 2019  itu dihadiri Wakil Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH, M.Si.

Menyangkut implementasi dari visi misi bupati dipertanyakan oleh Fraksi Partai Aceh (PA) yang dibacakan Tgk Amryadi. Di samping itu keberadaan kapal keruk milik Pemkab Bireuen, sebab beberapa kuala di Bireuen dangkal sehingga membutuhkan pengerukan.

Fraksi PA juga meminta penjelasan terkait hasil akhir kontingen Bireuen di ajang PORA di Aceh Besar, pemerintah diminta mengevaluasi KONI Bireuen menyangkut prestasi olahraga yang dianggap tidak berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.

Baca Juga  Bupati Tunjuk Plt Kadisdukcapil Bireuen  

Sementara Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) Bireuen meminta Pemkab Bireuen tegas, menuntaskan permasalahan pembangunan Mesjid Taqwa Gampong Sangso, Samalanga.

Lalu Fraksi PNA dan Nasdem meminta Bupati Bireuen, terkait pelaksanaan proyek/pekerjaan di Bireuen, agar diprioritaskan kepada seluruh pengusaha-pengusaha di Bireuen.

“Kita meminta agar masalah ini jangan hanya untuk pengusaha yang dekat dengan penguasa,” pinta Salman Ibrahim.

Disisi lain kedua fraksi ini mengingatkan pemerintah, agar IMB ruko di lokasi PT KAI jangan melanggar Tata Ruang dan RPJMD.

Fraksi Karya Indonesia Damai (F-KID) yang dibacakan Fajri Fauzan mempertayakan terhadap janji Bupati, terkait pembangunan jalan Tanjong Beuridi- Pante Karya, dengan anggaran Rp 11 miliar.

Berikut lokasi lahan bekas PJKA yang disewakan H Jamal, sepatutnya Pemkab Bireuen menjadikannya sebagai lokasi parkir, sebab ruas jalan menuju ke rumah sakit umum dr Fauziah Bireuen telah dibangun jalur dua dan bertambah sempit.

Selain itu, fraksi PPP-PKS-PAN meminta pemerintah dapat mengusulkan pembangunan tebing penahan abrasi di Krueng Peusangan ke Pemerintah Aceh, mengingat kondisinya sudah semakin kritis.

Komentar

Berita Terbaru