oleh

Sejumlah Titik Longsor di Jalan Lintas Bireuen Takengon Belum Tertangani

PENANEGERI, Bireuen – Sejauh ini, sejumlah titik longsor dan amblasnya badan jalan lintas nasional Bireuen – Tekengon belum tertangani sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan, Minggu (24/2).

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, selain di kilomter 11, titik longsor juga terjadi di kilometer 13 serta kilometer 16, kilometer 17 sebagian badan jalannya sudah ambruk.

“Banyak yang sudah rusak, bahkan beberapa titik ruas jalannya sudah ambruk dan bila tidak hati-hati maka akan mengalmai kecelakan fatal bagi pelintas,” ujar Bahagia, salah seorang sopir L300 Bireuen-Tekengon kepada Penanegeri.com, Mingu (24/2).

Yang paling fatal, tambahnya, ruas jalan kawasan kilometer 18, selain tanjakan, jalan tersebut juga sedikit menikung, apabila tidak hati-hati maka akan terperosok dan bisa saja kendaraan terguling.

Menurut Razali salah seorang warga di Desa Suka Tani, Juli, Bireuen mengatakan, rusaknya sebagian badan jalan serta longsor akibat tidak adanya saluran yang bener-benar berfungsi normal, sehingga bila hujan, air hujan mengalir diatas badan jalan.

“Bila ada saluran yang besar dan benar-benar dibangun bagus, jalanya tidak banyak yang rusak. Selama ini bila hujan deras, air hujannya mengalir diatas badan jalan sehingga mudah ramblas,” terangnya.

Dikatakan Razali, selama ini saluran pembuangannya rata-rata ke kebun pinggir jalan yang rendah, sementara sebagian lagi tidak ada saluran sama sekali.

“Sejatinya pemerintah itu jeli melihat kondisi ruas jalan, bila memang harus ada salurannya ya dibangun salurannya bukan dibiarkan begitu saja, semenetara jalan di bangun setiap tahunnya, salurannya tidak ada,” timpal warga lainnya yang tinggal di kawasan Krueng Simpo, Juli, Bireuen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *