oleh

Sekelompok WNA Digerebek, Diduga Pelaku Penipuan Siber

PENANEGERI, Jakarta- Sejumlah 29 warga negara asing (WNA)  yang diduga berkomplot dan berkumpul di Indonesia untuk melakukan tindak kejahatan penipuan siber jaringan internasional, Minggu siang (30/7)  masih berada di rumah di Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang telah digerebek oleh petugas, dengan penjagaan ketat polisi yang masih berjaga di dalam rumah juga di luar rumah.

Penjagaan berlapis dilakukan baik di luar maupun di dalam rumah mewah tersebut. Personel yang melakukan penjagaan berasal dari unit Tindak Jatanras Polda Metro Jaya.

Rencananya, ke-29 warga negara asing itu akan dipindahkan dari rumah tersebut. “Agenda hari ini rencananya memindahkan pelaku dar TKP, tapi belum tahu mau dipindahkan ke mana. Yang jelas hari ini dipindahkan,” kata salah seorang polisi di rumah tersebut.

Sejumlah barang bukti seperti kalkulator, telepon genggam, dan tablet diamankan oleh petugas dalam penggerebekan ini.

Rumah di kawasan Pondok Indah itu masih terbuka dan tak tampak digaris polisi di luar. Para tetangga di perumahan mewah ini mengaku kaget dengan pengerebekan ini. Pasalnya rumah tersebut selama ini terlihat sebagai rumah kosong.

Puluhan WNA asal China ini tak memiliki paspor. Polisi akan meminta bantuan pihak Imigrasi untuk menyelidiki bagaimana cara mereka masuk ke Indonesia.

Pihak Bareskrim Polri dan kepolisian China mengamankan 29 warga negara asing (WNA) terkait dengan kejahatan siber tingkat internasional. Para terduga pelaku kejahatan penipuan siber tersebut sampai pada hari Minggu (30/7) masih dikumpulkan di dalam rumah lokasi penggerebakan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Di dalam rumah, ke-29 orang warga negara asing itu dikumpulkan di ruang tengah rumah mewah di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

29 orang tersebut terdiri dari 16 laki-laki dan 13 orang perempuan. Para warga negara asing yang mayoritas berasal dari China tersebut duduk dalam keadaan tangan terikat baik sendiri, maupun satu berdua.

Polisi menyatakan akan memindahkan para WNA yang digerebek dari rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta.

Sementara di Surabaya, Jawa Timur, tim Satgas Khusus Mabes Polri dan Kepolisian Tiongkok membawa 93 warga asing asal Tiongkok dan Taiwan, pelaku penipuan ke Polda Metro Jaya. Mereka dibekuk dalam penggrebekan di empat rumah mewah di kawasan Graha Family Surabaya.

Sebelum diberangkatkan, mereka dikumpulkan di salah satu rumah mewah untuk didata. Selanjutnya mereka dibawa dengan tiga bus polisi menuju Bandara Internasional Juanda. Salah satu pelaku harus dibantu petugas karena luka saat mencoba melompat dari rumah saat penggerebekan berlangsung. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *