oleh

Selain Terdesak di Kota Tua Mosul, ISIS juga Terdesak di Kota Tua Raqqa

PENANEGERI, Desk Internasional – Selain tinggal sisa-sisa anggota kelompok teror ISIS yang masih bertahan di Kota Tua Mosul, itu pun terdesak hebat oleh pasukan pemerintah Irak,  di wilayah Raqqa kelompok teror ISIS  dilaporkan tengah terdesak dan makin terpepet posisinya di Kota Tua Raqqa, Syria (Suriah).

Kota Raqqa sekarang berada di bawah serangan berat oleh SDF (Syrian Democratic Forces), yang dipimpin oleh pasukan Kurdi Suriah, namun juga didukung oleh para serdadu orang-orang Arab yang berasal dari suku setempat di Syria yang berperang melawan kelompok teror ISIS di Raqqa.

Pertarungan sengit melawan ISIS telah memasuki salah satu fase terpentingnya: pertempuran untuk merebut kembali Kota Tua Raqqa di Syria (Suriah) sebagai ibu kota de facto kelompok teror ISIS tersebut di Syria (Suriah).

ISIS dilaporkan telah kehilangan 45 persen wilayahnya di Suriah, menurut Letnan Jenderal Vincent Stewart, direktur Badan Intelijen Pertahanan (Defense Intelligence Agency.).

Selain berusaha membebaskan raqqa dari cengkeraman reror ISIS, Koalisi anti-ISIS juga tengah disibukkan dengan pertempuran  untuk merebut kembali kota Mosul di Irak.

Dengan Tembok Kota Tua Raqqa yang berhasil ditembus oleh pasukan SDF yang dibantu koalisi  AS, maka  Raqqa tengah dalam situasi pengepungan, dengan nasib setidaknya 60.000 orang warga sipil Raqqa yang masih terjebak di dalamnya.

Merebut kembali Raqqa berarti ISIS kehilangan pusat syarafnya, karena kota Tua Raqqa adalah sebuah kota utama di sepanjang Lembah Sungai Efrat yang tadinya adalah wilayah kontrol ISIS yang paling penting di Syria (Suriah).

Hal itu akan menjadi kerugian sangat besar bagi operasional dan propaganda organisasi teroris ISIS. Dengan menjelang direbutnya kembali Kota Tua Raqqa, Syria juga Kota Tua Mosul, Irak dari cengkeraman teror ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), maka kelompok teroris ISIS tidak lagi memiliki modal yang dapat digunakannya untuk menarik pejuang asing dan merencanakan serangan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *