oleh

Selama Dua Hari, Bakamla Godok Renstra 2020-2024

 

PENANEGERI, Jakarta – Pembahasan Rencana Strategis (Renstra) Badan Keamanan Laut hari kedua telah terlaksana dengan baik di salah satu hotel Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

 

Hasil penggodokan setiap kelompok yang telah dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing memaparkan hasil diskusi setiap kelompoknya.

Kelompok pertama menyampaikan konsep arah kebijakan dan strategi rancangan awal Renstra 2020-2024 sebagai berikut, : Pertama, aspek operasi keamanan dan keselamatan laut.

 

Faktor kekuatannya adalah UU nomor 32 Tahun 2014 tentang kelautan dan Perpres No. 178 Tahun 2014 tentang Bakamla RI menjadi kekuatan dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan Bakamla yang diarahkan menjadi Indonesia Coast Guard yang mampu mensinergikan operasi keamanan laut kemudian kerjasama yang telah dibangun antara Bakamla dengan instansi Kamla dalam dan luar negeri.

Kedua, aspek sarana dan prasarana, faktor kekuatannya adalah keinginan pemerintah untuk menjadikan Bakamla sebagai Indonesia Coast Guard dan pusat informasi kemaritiman nasional menjadi kekuatan dalam membangun kekuatan Bakamla.

Ketiga, aspek sistem organisasi.

Faktor kekuatannya adalah Bakamla telah menjalin kerjasama dengan Coast Guard luar negeri dalam teknis, operasi, latihan dan pendidikan.

Keempat, aspek sumber daya manusia. Faktor kekuatannya adalah personel Bakamla berasal dari PNS Bakamla dan personel BKO dari 11 stakeholder yang memiliki kualifikasi, kompetensi, spesifikasi bidang keamanan dan keselamatan maritim.

Kemudian kelompok kedua menyampaikan konsep arah kebijakan dan strategi rancangan awal Renstra 2020-2024 sebagai berikut, pertama, aspek hukum dan kewenangan.

Strategi arah kebijakannya adalah melaksanakan percepatan undang-undang Kamla dan melaksanakan revisi peraturan Presiden tentang organisasi Bakamla.

Kedua, aspek kelembagaan.

Strategi arah kebijakannya adalah melaksanakan validasi, pengkajian dan penyempurnaan organisasi Bakamla.

Ketiga, aspek sumber daya manusia.

Strategi arah kebijakannya adalah menyusun dan mengembangkan bisnis proses dan sistem informasi SDM. Keempat, aspek patroli penegakan hukum.

 

Strategi arah kebijakannya adalah melaksanakan patroli penegakan hukum berbasis teknologi surveilance terkini dan analisis karakteristik kerawanan daerah.

Setelah masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab antar kelompok sebagai bahan masukan dan perbaikan.

 

Tanya jawab semakin menarik karena Pokja Bakamla Marsda TNI (purn) Sagom Tambun banyak memberi pertanyaan dan masukan.

Hasil kerangka rancangan Rencana Strategis (Renstra) Badan Keamanan Laut 2020-2024 ini selanjutnya akan dilaporkan kepimpinan Bakamla.

Masukan dari senior dan sumbangsih pikiran setidaknya dapat menyempurnakan Renstra 2020-2024 dengan tetap mengedepankan apa yang menjadi arah kebijakan Kepala Bakamla untuk memajukan Bakamla menjadi lebih baik, ungkap Kolonel Laut (S) Agus Supriadi, S.E., menutup Rapat ini. (*/Pen)

Komentar

Berita Terbaru