oleh

Seminar Rocky Gerung di IAIN Langsa Batal, Ini Tanggapan Peserta dan Penjelasan Panitia

-Aceh-660 views

PENANEGERI, Langsa – Penolakan kegiatan seminar nasional yang menghadirkan pembicara Rocky Gerung di kampus IAIN Langsa menimbulkan beragam komentar.

Pasalnya, pimpinan IAIN Langsa menolak kehadiran Rocky Gerung, karena adanya pro dan kontra serta banyaknya masukan dari masyarakat agar menolak pengamat politik tersebut untuk mengisi materi seminar di kampus IAIN Langsa.

Salah seorang peserta seminar yang juga mahasiswa Universitas Samudra (Unsam) Langsa Aidil Adhari kepada Penanegeri.com, Minggu (13/10) menyayangkan sikap pimpinan IAIN Langsa yang telah menolak Rocky Gerung sebagai pembicara seminar di kampus IAIN.

“Pimpinan IAIN seperti acuh tak acuh atau apa ada tekanan dari para elit politik sehingga dibatalkan menjelang berlangsungnya kegiatan itu,” ujarnya dengan nada tanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Siti, mahasiswa Unsam lainnya. Menurut Siti, penolakan itu berlebihan, apa alasannya sehingga Rocky Gerung harus diboikot.

“Temanya kan gak tentang politik, mahasiswa undang beliau pasti bukan karena sensasinya, tapi karena beliau itu dosen, orang akademik, kenapa gak dibolehin beliau mengisi seminar,” ucapnya kecewa.

Setiap dosen yang punya prestasi atau orang akademik, lanjut Siti, siapapun itu ada haknya untuk mengisi acara seminar.

“Saya yang beli tiket juga kecewa seperti ini, dan kenapa boikotnya pas dekat hari-H. Itu berbulan-bulan loh tiket dijual, terlalu lebay yang boikot,” timpalnya seraya mengatakan, panitia juga seharusnya konfirmasi dulu, bukan jual tiket dulu.

Peserta seminar lainnya, Sandy Indra juga menyesalkan pembatalan seminar nasional yang diisi pemateri rocky gerung.

“Alasan perbedaan pendapat serta masukan dari beberapa pihak sangat tidak relevan, harusnya kampus sebagai wadah akademisi paham bahwa setiap dosen berhak menjadi narasumber dalam seminar dan lagi pula temanya juga bukan tentang hal yang kontroversial,” tegasnya.

Ia mengharapkan, Rocky gerung bisa mengisi seminar agar dapat menimba ilmu dari dosen UI tersebut, bukan dari hal-hal negatif yang selama ini diisukan kepada beliau.

“Dan Kami yang sudah beli tiket juga sangat kecewa kenapa pembatalan dilakukan mendekati hari H ?,” tanya Sandi.

Wacana diadakan seminar ini, sambungnya, sudah mengudara sekitar 2 bulan yang lalu, harusnya jika memang tidak dibolehkan tiketnya jangan dijual.

“Kalau belum ada kepastian, wacananya jangan disebarluaskan agar kami terutama mahasiswa tidak merasa kecewa,” tandasnya.

Penjelasan Panitia

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Langsa, Ahmad Fikry atau yang akrab disapa Apit, saat dihubungi Penanegeri.com, Minggu (13/10) menjelaskan, bahwa seminar nasional ini jauh-jauh hari sudah direncanakan dan awalnya sudah disampaikan kepada pimpinan kampus dan tidak ada kendala. Namun, satu minggu menjelang pelaksanaan, pihak kampus meminta agar seminar tersebut dilaksanakan di luar kampus.

“Atas permintaan itu, kata Apit, panitia mencoba mencari beberapa tempat di luar untuk melaksanakan seminar itu, tapi tidak bisa karena semua tempat yang akan kita gunakan sudah terpakai untuk kegiatan lain,” tuturnya.

Lanjut Apit, atas batalnya seminar nasional ini dirinya atas nama panitia mohon maaf kepada seluruh peserta baik itu masyarakat maupun mahasiswa.

Kemudian, bagi peserta yang sudah membeli tiket, diminta untuk menghubungi panitia agar dikembalikan uang tiketnya.

“Sekali lagi atas nama panitia, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menolak pengamat politik, Rocky Gerung untuk hadir mengisi materi seminar nasional dengan tema ‘Eksistensi dan Kontribusi Mahasiswa dalam Membangun Negeri’ di kampus setempat yang rencananya akan dilaksanakan, Senin (14/10).

Berdasarkan hasil rapat pimpinan, IAIN tidak memberikan izin panitia untuk membuat acara seminar nasional di kampus IAIN Langsa, jika menghadirkan Rocky Gerung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *