oleh

Senin (7/8), PKS Laporkan Politisi Nasdem Viktor Laiskodat ke Polisi

PENANEGERI, Jakarta- PKS (Partai Keadilan Sejahtera) akan laporkan Politisi Nasdem Viktor Laiskodat terkait dengan pidato Viktor Laiskodat yang juga Ketua Fraksi Nasdem DPR itu, ketika Viktor berpidato di NTT (Nusa Tenggara Timur), yang menyebut bahwa Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan PAN sebagai parpol yang intoleran.

Atas pernyataan itu, PKS menyatakan mengecam pidato Viktor, dan  laporan pada polisi disampaikan hari Senin (7/8).

Pernyataan Viktor tersebut dinilai telah menghasut masyarakat untuk melakukan kekerasan dan menebarkan kebencian.
“DPP PKS akan menyampaikan laporan pidana ke Mabes Polri,” kata Zainudin dalam konferensi pers yang digelar di DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zainudin Paru mengatakan, pihaknya akan melaporkan politisi Partai Nasdem yang benama lengkap Viktor Bungtilu Laiskodat ke  pihak Kepolisian.

PKS akan segera melaporkan Viktor ke Bareskrim Polri pada hari Senin (7/8).

“Kami sudah sampaikan bahwa hari Senin besok kami akan menyampaikan laporan ke Bareskrim Polri dengan tuduhan ujaran kebencian dan permusuhan sebagaimana dimaksud pasal 156 KUHP, demikian pasal 28 UU ITE dan beberapa hal yang kami sampaikan,” ujar Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP PKS Zainuddin Paru.

Tak hanya ke Bareskrim, PKS juga akan melaporkan Viktor ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Pidato Viktor dinilai melanggar etika sebagai anggota dewan.

“Setelah itu kami juga akan menyampaikan aduan ke MKD walaupun menurut kami seharusnya dengan fakta dan video yang ada. Pernyataan yang secara nyata dan gamblang, jadi kami masih menunggu. Sebagaimana dimaksud UU MD3,” kata Zainuddin.

Menurut Zainudin, pernyataan tersebut tidak benar karena tidak sesuai fakta dan menjurus pada provokasi dan fitnah. Hal ini merugikan PKS.

“Itu adalah pemyataan fitnah dan sangat keji,” kata Zainudin.

Zainudin mengatakan, laporan terhadap Viktor ke polisi akan disampaikan pada Senin (7/8) mendatang. Adapun pasal yang akan diajukan untuk menjerat viktor, yakni Pasal 156 KUHP tentang “menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia”.

Akibat dari pidatonya, Viktor juga dipolisikan PAN dan Gerindra. Sementara itu, Viktor belum merespons secara resmi terkait pidatonya. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *