oleh

Seorang Anggota DPRD Palangkaraya Diduga Dalangi Pembakaran Sekolah

PENANEGERI, Jakarta- Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, anggota DPRD Palangkaraya asal Fraksi Gerindra Yansen Binti (inisial YB) merupakan tersangka di balik pembakaran tujuh sekolah dasar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Mabes Polri mengatakan jika anggota DPRD Kalteng dari Fraksi Gerindra, Yansen Binti, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembakaran tujuh gedung sekolah di Palangka Raya dibawa ke Jakarta untuk menghindari konflik.

Pihak Kepolisian juga masih menggali motif mengapa Yansen menggerakan sejumlah tersangka lain untuk membakar sekolah.

Dari keterangan sementara, motif Yansen yakni mencari perhatian Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran.

“Saat ini didasarkan kepada yang bersangkutan, tersangka ini ingin mendapat perhatian dari Gubernur Kalteng, mungkin terkait dengan pengadaan proyek, masih didalami,” ujar Martinus, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/9).

Namun, belum diketahui proyek apa yang dimaksud.

Dalam peristiwa ini, Yansen diduga mendanai dan  mengoordinir tujuh orang untuk membakar sejumlah sekolah.

Tujuh buah SD yang dibakar itu adalah:

  1. SDN 1 Palangka (Selasa, 4 Juli 2017, pukul 18.30 WIB)
  2. SDN 4 Menteng (Jumat, 21 Juli 2017, pukul 12.30 WIB)
  3. SDN 4 Langkai (Jumat, 21 Juli 2017, pukul 13.30 WIB)
  4. SDN 1 Langkai (Sabtu, 22 Juli 2017, pukul 02.00 WIB)
  5. SDN 5 Langkai (Sabtu, 22 Juli 2017, pukul 03.30 WIB)
  6. SDN 8 Palangka (Sabtu, 29 Juli 2017, pukul 18.00 WIB)
  7. SDN 1 Menteng (Minggu, 30 Juli 2017, pukul 03.25 WIB)

Kombes Martinus mengatakan, saat ini penyidik masih mendalami motif lain Yansen melakukan hal tersebut.

“Akan kami uji dengan fakta-fakta yang ada sehingga kami bisa membuat suatu struktur sangkaan terhadap yang bersangkutan,” kata Martinus.

Sebelum mengamankan Yansen, yang juga Sekretaris Dewan Adat Dayak Kalteng, pihak Kepolisian juga telah menangkap tujuh tersangka lain. Mereka adalah SR (48), OG (42),  IG (38).

Juga ada SY (35), DO (42), DY (42), dan NR (48). Para tersangka dijerat Pasal 55 ayat 1 dan 2 KUHP. Mereka juga terancam penjara sesuai Pasal 187 ayat 1 KUHP.

Pasal yang dikenakan yakni Pasal 187 Jo 55 KUHP yang berbunyi, “Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun”.

Usai ditetapkan sebagai tersangka pada hari yang sama, Yansen dibawa ke Bareskrim POLRI, Jakarta, untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *