oleh

Seorang Mahasiswi di Aceh Besar Dibacok Ayah Kandungnya yang Sedang Mabuk

PENANEGERI, Aceh Besar – Pembacokan terhadap anak kandung terjadi di kawasan Jalan Banda Aceh-Medan tepatnya di kawasan Gampong Weusiteh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Kamis (14/2) malam sekira pukul 19.30 WIB.

Pembacokan ini terjadi di depan sebuah depot obat yang dilakukan oleh tersangka berinisial NRD alias Sidi Toke Aloh (45), warga gampong setempat. Sementara korban yang tak lain anak kandungnya adalah seorang mahasiswa bernama Nur Aklima (18).

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa ini disaksikan oleh sejumlah warga setempat yang melihat korban sedang berlari di atas atap rumah tetangganya. Saat itu terlihat korban dalam kondisi berdarah di bagian kepala dan sangat ketakutan karena dikejar oleh pelaku.

Korban meminta tolong kepada warga setempat yang kemudian ramai berdatangan dan membantu korban turun dari atap. Terlihat, pelaku keluar kabur menggunakan motornya ke arah Montasik, sementara korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kejadian ini pun langsung dilaporkan warga ke Polsek Sukamakmur. Personel Polsek bersama Sat Reskrim Polres Aceh Besar langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan akhirnya menangkap pelaku di kawasan yang sama sekira pukul 21.15 WIB.

Baca Juga  Air Baru Dialiri, Petani Sayangkan Musim Tanam Padi di Aceh Utara saat Bulan Puasa

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha melalui Kapolsek Sukamakmur, Iptu Suriya yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat ini pelaku masih ditahan di Mapolsek Sukamakmur untuk diproses lebih lanjut atas perbuatannya.

“Benar kejadiannya tadi malam dan hingga kini masih kita proses. Korban masih menjalani perawatan medis,” ujarnya Jumat (15/2) melalui telepon seluler.

Diduga, peristiwa ini berawal saat pelaku pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan meminta handphone korban. Korban tak menuruti permintaan pelaku yang akhirnya melampiaskan amarahnya dengan memukul hingga membacok korban menggunakan pisau dapur.

“Keterangan sementara dari saksi yang merupakan tetangga korban, memang sering terlihat bahwa korban kerap dipukuli pelaku tanpa alasan jelas saat mabuk. Korban tinggal bersama ayah dan adiknya sementara ibu korban telah meninggal,” bebernya singkat.

Hingga kini pihaknya masih terus mendalami kasus pembacokan ini.

“Nanti kita informasikan lebih lanjut, rencananya nanti akan dilakukan konferensi pers di Mapolres Aceh Besar,” tambah Kapolsek.

Selama ini, polisi kerap mendapat laporan adanya penganiayaan yang dilakukan para pelaku dalam keadaan mabuk. Beberapa waktu lalu personel Polsek Sukamakmur dan Polsek Kuta Malaka melakukan penggerebekan sekaligus razia terhadap tempat yang diduga digunakan sejumlah warga untuk berpesta miras jenis tuak.

Baca Juga  Begini Penjelasan Polisi Terkait Kasus Pembunuhan Purnawirawan TNI di Lhokseumawe

Alhasil, polisi mengamankan sekitar tujuh orang pria yang tengah pesta tuak beserta 10 botol tuak di sebuah kebun di kawasan perbatasan Kecamatan Sukamakmur dan Kuta Malaka. Mereka pun telah diproses kemarin dengan diserahkan ke pihak Satpol PP dan WH Aceh Besar.

Komentar

Berita Terbaru