oleh

Sepak Terjang Gerombolan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua Sudah Lampaui Batas

PENANEGERI, Papua – Masyarakat Papua sudah lama diresahkan oleh ulah gerombolan KKB (kelompok kriminal bersenjata).

“Anak perempuan mereka diganggu, alat berat mereka dibakar, bahkan dana desa di kampung-kampung masyarkat juga dirampas KKB,” ungkap Christian Sohilait, yang tak lain adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya, Papua, pada hari Rabu (14/11) di Lanny Jaya.

Distrik Balingga sendiri telah diidentifikasi sebagai daerah yang dekat dengan lokasi persembunyian KKB (kelompok kriminal bersenjata) pimpinan Purom Okiman Wenda

Sepak terjang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, dinilai sudah sangat melampaui batas.

Pada kenyataannya para anggota gerombolan KKB itu tak hanya merampok harta benda milik warga, tapi juga membakar rumah dan fasilitas kampung, serta menganggu anak-anak perempuan di kampung-kampung yang ada.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Christian Sohilait, Rabu (14/11) di Lanny Jaya.

Disebutkan, nasib tragis akibat perlakuan anggota KKB yang dialami masyarakat di Distrik Balingga, Lanny Jaya maka warga yang hidup serba berkekurangan dan jauh dari jangkauan pelayanan pemerintahan itu, kata Christian, karena selama lebih kurang 10 tahun terakhir ini, telah menjadi mangsa keganasan ulah KKB di Papua.

“Tak terhitung ternak babi mereka yang dirampas oleh KKB, anak perempuan mereka diganggu, alat berat mereka dibakar, bahkan dana desa di kampung-kampung masyarkat juga dirampas KKB, ” ungkap Christian sedih.

Christian mengatakan, warga tak berani melapor tindakan kekejaman para anggota KKB karena takut akan keselamatan jiwa mereka.

Ditambah lagi akses jalan yang cukup sulit menuju kampung-kampung masyarakat, sehingga aparat keamanan tidak mudah masuk ke perkampungan dan melakukan penegakan hukum.

Distrik Balingga sendiri telah diidentifikasi sebagai daerah yang dekat dengan lokasi persembunyian KKB pimpinan Purom Okiman Wenda.

Menurut Christian, Pemkab Lanny Jaya bersama aparat kepolisian Papua sudah mengecek langsung keadaan masyarakat korban serta memberikan bantuan kesehatan.

“Kami bertemu dengan para tokoh masyarakat dan mendengar keluh kesah mereka, yang sangat mengharapkan kehadiran aparat keamanan di Distrik Balingga agar terjalin kerja sama yang baik untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada warga, ” kata Christian.

Terkait itu, Pemkab Lanny Jaya bersama pihak Polda Papua sudah mempersiapkan langkah kongkret untuk upaya penegakan hukum kepada KKB pimpinan Purom Wenda, agar  dapat diselesaikan secara tuntas supaya tidak lagi berulah kejam terhadap masyarakat.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Lanny Jaya, Yele Wenda, menyatakan menolak tegas keberadaan Purom Okiman Wenda, dan sangat menyesalkan tindak kejahatan yang telah dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab itu, sehingga membuat hidup masyarakat tidak aman di Lanny Jaya.

Perilaku kejam Purom telah melanggar hak asasi manusia (HAM). Purom telah membunuh masyarakat sipil. “Kami menjadi korban dari ulah Purom Wenda ini. Kami menolak sikap orang-orang di luar Lany Jaya yang tidak tahu apa-apa tentang kondisi di Lanny Jaya, tapi telah menyebarkan berita-berita tipu-tipu (bohong) sehingga memprovokasi keadaan, ” tegas Yele Wenda, dalam pertemuan lintas tokoh masyarakat Lany Jaya, di Tiom, Ibu Kota Lanny Jaya, Selasa (13/11) lalu.

Pada kesempatan itu, Ketua Jemaat Gereja Baptis Wilayah Tiom, Pdt Yusuf Kogoya juga mengatakan, masyarakat daerah itu sangat ingin hidup aman dan tenteram, serta menikmati pembangunan tanpa ada gangguan dari KKB (kelompok kriminal bersenjata).

“Saya serta rekan rekan seluruh masyarakat di Lanny Jaya meminta agar pihak kepolisian dan TNI segera melakukan tindakan tegas terhadap Purom Wenda dan anak buahnya karena mereka itu iblis suka membunuh dan telah melanggar perintah Agama Kristen terutama pada 10 hukum Tuhan,” tegasnya.

Polda Papua sendiri telah membangun pos pengamanan sementara di Distrik Balingga, pascainsiden penembakan oleh KKB di wilayah itu pada 2 November lalu.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin menyatakan, pos keamanan tersebut masih sebagai pos sementara.

“Kebetulan ada rumah yang sudah tak ditempati sehingga jadikan pos pengamanan sementara, dan ditempatkan personel TNI/Polri,” kata Kapolda.

Pemkab Lanny Jaya juga telah mengungsikan para tenaga guru yang berasal dari luar Papua, karena dikhawatirkan menjadi sasaran kebrutalan kejamnya kelompok KKB seperti yang terjadi di Mapenduma, Kabupaten Nduga, belum lama ini.

Dan pada tanggal 15/11/2018 muncul pesan yang diduga dari pihak KKB yang isinya : “Menghimbau kepada warga sipil orang non papua yang ada di wilayah Lannijaya segerah pulang, karena Purom dan pasukannya akan tetap perang maka demi keselamatan warga sipil maka segerah kosongkan wilayah Lanijaya. Kami tidak mau menyerah sebelum Papua Merdeka, kita berjuang untuk Papua Merdeka !” demikian isi pesan bernada tantangan untuk terus berperang itu. (Wawan)

Komentar

Berita Terbaru