oleh

Setelah Diamankan WH Langsa, Pasangan LGBT Dikembalikan kepada Keluarga

PENANEGERI, Langsa – Petugas Dinas Syariat Islam Kota Langsa dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) kembali mengamankan tiga pasangan yang diduga melakukan mesum (khalwat) di tempat dan waktu yang berbeda.

Demikian disampaikan, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Penanegeri.com, Kamis (7/3).

Dijelaskannya, pasangan pertama yang diamankan, pada Rabu (6/3) malam sekira pukul 01.30 WIB, di kawasan Jalan Rel Kereta Api Peukan Langsa ternyata merupakan pasangan LGBT yaitu berinisial MR (23) alias Angel dan teman kencannya TM (20), keduanya warga Langsa.

“Mereka diduga berpacaran maka kita amankan dan setelah kita dalami kasusnya maka kita kembalikan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut agar keduanya tidak lagi melakukan lagi hubungan  LGBT,” ujarnya.

Lanjut Ibrahim Latif, kita menduga mereka telah melakukan hubungan LGBT. Karenanya, kita berharap kepada pihak keluarga agar melakukan pembinaan, sehingga yang waria kembalih kepada kodratnya sebagai laki lakinya.

“Sebelum kita kembalikan kepada keluarga, untuk yang waria, rambutnya kita pangkas supaya nampak laki laki tulen dan pakaiannya juga kita kita ganti dengan pakaian laki laki. Mereka juga membuat surat  pernyataan di atas kertas bermaterai disaksikan oleh pihak keluarga masing-masing dan pihak petua gampong masing-masing, untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya,” jelas Ibrahim.

Baca Juga  Jaringan Telepon Tak Berfungsi, Petugas Damkar Bireuen Datangi Kantor Telkom

Sementara dua pasangan dugaan pelaku mesum yang diamankan, pada Kamis (7/3) sekitar pukul 04.00 WIB, di Taman Bambu Runcing, yakni SR (24) berstatus janda Warga Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota dan pasangan laki-lakinya, MAS (28) warga Kecamatan Langsa Baroe.

“Kasus tersebut juga kita selesaikan secara mediasi adat, karena tidak cukup unsur untuk diserahkan kepada Polres Langsa, mereka dikembalikan kepada pihak keluarga dan pihak petua  gampong untuk menyelesaikan kasus tersebut secara adat dan kekeluargaan, karena tidak cukup unsur untuk diserahkan kepada Polres Langsa,” jelasnya.

Kemudian, pasangan yang satu lagi berinisial MY (23) warga Kecamatan Peureulak Barat Aceh Timur, sementara pasangan laki laki MA (28) warga Gampong Paya Bujuk, Kecamatan Langsa Baroe.

“Mereka dan keluarga kedua belah pihak serta petua gampong, sepakat untuk menikahkan keduanya secara sah di KUA, karena mereka mengaku pernah melakukan hubungan layaknya suami istri,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru