oleh

Setelah Diperiksa, Habib Bahar Bin Smith Dijadikan Tersangka

PENANEGERI, Jakarta- Proses pemeriksaan terhadap Habib Bahar bin Smith telah selesai dilakukan pada Kamis malam 6 Desember 2018. Habib Bahar diperiksa selama lebih dari 10 jam yakni dari pukul 11.25 WIB hingga sekitar pukul 22.30 WIB.

Setelah pemeriksaan usai Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka.

Mabes Polri telah menetapkan status tersangka terhadap Habib Bahar bin Smith sejak Kamis malam, 6 Desember 2018.

Seperti diketahui, status tersebut berlaku setelah Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan selama 11 jam di Bareskrim Polri.

“Benar bahwa hasil gelar perkara penyidik, HBS telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan pemeriksaan,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Syahar Diantono ketika dikonfirmasi, Jumat, 7 Desember 2018.

Kombes Syahar menjelaskan, Habib Bahar bin Smith dan pengacaranya juga telah melakukan penandatanganan BAP atas status tersangka tersebut. Kendati demikian ia menegaskan Habib Bahar bin Smith tidak langsung ditahan meski statusnya telah dinaikan menjadi tersangka.

“Sudah ada paraf dan penandatanganan BAP oleh tersangka dan pengacaranya, namun tidak dilakukan penahanan dan HBS telah kembali,” ucapnya.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith telah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri dengan menjawab 29 pertanyaan. Ia datang didampingi oleh kuasa hukumnya dan sejumlah massa yang menunggu sampai proses pemeriksaan selesai.

Habib Bahar diperiksa dan ditetapkan tersangka atas laporan Sekjen Jokowi Mania Laode Kamaruddin. Laporan bernomor nomor LP/B/1551/XI/2018/BARESKRIM tanggal 28 November 2018 ini terkait dengan ceramah Habib Bahar di Palembang yang viral di media sosial. Dalam ceramah tersebut, Habib Bahar diduga melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Habib Bahar Ali bin Smith disangkakan melanggar Pasal 16 ayat 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menurut kuasa hukum Habib Bahar, Yanuar Aziz, kliennya langsung keluar setelah pemeriksaan selesai.

“Enggak, enggak ditahan. Habib keluar lebih dulu tadi,” kata Aziz Yanuar di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis malam, 6 Desember 2018.

Aziz mengatakan, selama pemeriksaan Habib Bahar bersikap kooperatif. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor polisi belum melakukan penahanan.

“Ini kan ada latar belakang objektif dari penyidik. Ada empat hal yang mungkin penyidik yakini tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti, kooperatif juga, seperti itu. Itu objektif bisa ditanyakan penyidik,” ujarnya.

Meski Habib Bahar bin Smith tidak ditahan, namun proses hukum akan tetap berjalan. Aziz menjelaskan, ada puluhan kuasa hukum yang membela Habib Bahar dalam proses hukum yang akan dijalani.

“(Puluhan pengacara) itu semangat dari teman-teman pengacara untuk lakukan pembelaan terhadap kezaliman-kezaliman yang memang pasal yang disangkakan sangat lemah,” ujarnya. (*)

 

video channel youtube :

Komentar

Berita Terbaru