oleh

Setengah Ton Ganja Kering dan 758,15 Gram Sabu Dimusnahkan di Banda Aceh

PENANEGERI, Banda Aceh – Pemerintah Kota bersama Polresta Banda Aceh memusnahkan narkoba di Halaman Balai Kota Banda Aceh, Senin (28/1).

Pemusnahan dilakukan terhadap barang bukti narkoba berupa 758,15 gram sabu dan 464.706,71 gram ganja kering yang terdiri dari 423 bal.

Kegiatan ini dihadiri langsung Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman bersama Kapolresta, Kombes Pol Trisno Riyanto dan unsur lainnya seperti Pengadilan Negeri serta Kejari Banda Aceh dan Aceh Besar, Bid Dokkes Polda Aceh, Dinas Kesehatan dan sejumlah instansi lainnya.

Kapolresta mengatakan, seluruh barang bukti narkoba ini merupakan hasil pengungkapan kasus yang dilakukan tim Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh pimpinan Kasat, AKP Budi Nasuha Waruwu beberapa waktu lalu di Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar. Pihaknya pun mengamankan sejumlah tersangka dalam kasus ini.

“Sabu sebanyak 758,15 gram ini hasil tangkapan di beberapa lokasi. Tersangka NH ditangkap Oktober lalu di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar bersama 618,06 gram sabu. Selain itu ada tersangka SM dan EZ yang ditangkap November lalu di kecamatan Lhoknga, Aceh Besar bersama 140,09 gram sabu,” ujarnya.

Baca Juga  Pohon Tumbang, Bagian Belakang Rumah Warga Bireuen Ambruk

Sementara barang bukti ganja sebanyak 423 bal dengan berat 464.706,71 gram merupakan hasil pengungkapan tim Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh yang awalnya menangkap tersangka MF di wilayah Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh saat hendak mengirimkan paket di salah satu perusahaan jasa pengiriman barang. Saat itu MF ditangkap bersama 105 bal ganja seberat 114,40 gram.

“Setelah dikembangkan ditangkap 2 orang lagi yakni FZ dan JF di Aceh Besar dengan barang bukti 320 bal seberat 350.306,71 gram. Semua barang bukti ini dimusnahkan, namun ada yang disisihkan untuk barang bukti di pengadilan nanti,” ungkap Trisno.

Di Banda Aceh
(Penanegeri/Istimewa) : Pemusnahan barang bukti sabu oleh Walikota Banda Aceh di Balai Kota setempat, Senin (28/1).

Sementara, Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, hari ini pihaknya juga telah meluncurkan Gampong Anti Narkoba. Seperti yang disampaikan Kapolresta, di Kota Banda Aceh terjadi peningkatan penyalahgunaan serta peredaran narkoba baik jenis ganja maupun sabu.

“Kita tidak boleh diam lagi dan tidak boleh lalai lagi, seluruh elemen masyarakat baik itu aparat, lembaga, masyarakat biasa termasuk ASN sendiri, mari kita bersama basmi narkoba di kota Banda Aceh,” tutur Walikota.

Baca Juga  Polisi Mediasi Kasus Sengketa Tanah di Kecamatan Baktiya

Diluncurkannya Gampong Anti Narkoba ini menurut Aminullah adalah salah satu solusi untuk memberantas narkoba. Apalagi semua unsur di Kota Banda Aceh sudah menandatangani  komitmen bersama untuk memberantas narkoba.

“Kita juga berharap media massa untuk terus eskspos dimana pun tentang narkoba agar kota Banda Aceh benar-benar jauh dari narkoba dan membantu menyelamatkan generasi muda kita,” ungkapnya.

Seluruh gampong di Banda Aceh yang berjumlah 90 gampong dari 10 kecamatan, lanjut Aminullah, diwajibkan untuk memberantas narkoba dan sudah dicanangkan untuk menjadi Gampong Anti Narkoba.

Terkait para ASN di Kota Banda Aceh yang diduga terlibat narkoba, Walikota mengatakan dirinya belum menerima laporan terkait adanya keterlibatan itu. Tes urine pun belum pernah dilakukan selama ini.

“Kita belum tahu apa karena memang tidak ada atau memang belum dilaporkan. Untuk tes urine nanti kita lakukan dalam waktu dekat, apalagi jika ancaman narkoba ini semakin luar biasa di kota Banda Aceh,” tambahnya.

Pemusnahan ganja dilakukan dengan cara dibakar hingga habis, sementara sabu diblender yang kemudian dibuang ke saluran pembuangan yang telah disediakan. Kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba ini disaksikan langsung oleh ratusan tamu undangan yang hadir ke lokasi.

Komentar

Berita Terbaru