oleh

Setubuhi Anak di Bawah Umur, Seorang Petani di Aceh Besar Dibekuk Polisi

PENANEGERI, Banda Aceh – Diduga melakukan persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur, seorang petani, Mawardi alias Mawad (37) warga Desa Bueng Bak Jok, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, diamankan Sat Reskrim Polrestas Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq, SIK, kepada Penanegeri.com, Rabu (5/2) mengatakan, kejadian itu terjadi pada Desember 2019 lalu di rumah pelaku dan aksi bejat itu dilakukan sebanyak 6 kali yakni 4 kali di kebun dekat rumah dan 2 kali di rumahnya.

Dijelaskan Kasat, kejadian itu pertama kali dilakukan saat korban bermain dengan kemudian pelaku, setibanya di lokasi pelaku menyetubuhi korban dan setelah berhasil melampiaskan nafsu bejatnya pelaku memberi uang kepada korban sebesar Rp 2.000.

Saat itu, pelaku juga mengancam korban dengan memotong leher, jika korban menceritakan kejadian itu kepada orang lain, selang beberapa hari kemudian, pelaku kembali melakukan persetubuhan terhadap korban di lokasi yang sama,” sebut Kasat.

Lanjut Kasat, pada Desember 2019, pelaku membawa korban ke rumahnya dan kembali menyetubuhi korban di dalam kamar pelaku. Setelah itu pelaku kembali mengancam korban, agar tidak menceritakan kepada orang lain.

Kasus itu terungkap, setelag korban menceritakan kepada keluarganya. Atas kejadian itu, keluarga korban merasa tidak terima dan membuat laporan ke Polresta Banda Aceh. Kemudian, setelah dilakukam pemeriksaan terhadap korban, saksi serta saksi ahli, Polisi berhasil menangkap pelaku.

“Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 jo pasal 82 UU RI Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2014, dan UU Nomor 17 Tahun 2016, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tutup Kasat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *