oleh

Setuju, Wacana Pemutaran kembali Film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI”

PENANEGERI, Jakarta – Ketua MPR Zulkifli Hasan, setuju dengan wacana pemutaran lagi film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI”, yang sempat dihentikan tayangannya sejak 1998.

“Nonton bareng itu bagus, untuk pembelajaran bersama. Mengingat kembali pengorbanan Pahlawan Revolusi menjaga Pancasila,” ujar Zulkifli dalam siaran persnya, Minggu 17 September 2017.

Ketua MPR Zulkifli Hasan, menilai, generasi muda saat ini harus paham sejarah.

“Jangan sampai ada yang memutarbalikkan fakta mengenai peristiwa G30S PKI itu. Anak muda harus belajar dari sejarah bagaimana menjaga Pancasila dari pengaruh paham komunis,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa TAP MPRS No XXV/1966 masih berlaku.

Senada, Anggota Komisi I F-PKS Hidayat Nur Wahid menyebut film ini merupakan realitas sejarah bangsa Indonesia. Pemutaran film ini, kata Hidayat, digelar untuk mengingatkan masyarakat akan sejarah kelam di masa pemberontakan itu.

“Menurut saya, belakangan ini rakyat dibuat lupa ya terhadap sejarah-sejarah yang kemudian membuat tragedi yang tidak boleh terulang lagi di Indonesia. Kalau dengan film itu kemudian mengingatkan rakyat kembali tentang tragedi kemanusiaan ini, ya itu satu hal yang wajar saja publik diberi informasi yang sebenarnya terjadi,” kata Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/9).

Baca Juga  Film 'Merah Putih Memanggil' jadi Pilihan Film Favorit

Tentara Nasional Indonesia telah menginstruksikan agar seluruh prajuritnya nonton bareng film’ Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI’.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga telah menegaskan bahwa acara nonton bareng film itu memang perintahnya.

“Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat ditemui seusai ziarah di Makam Bung Karno, Bendogerit, Blitar, Senin (18/9).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan Mendagri sudah mengizinkan dia memerintahkan seluruh anggotanya menonton film tersebut. Menonton film tersebut merupakan upaya meluruskan sejarah.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahkan Presiden Sukarno sendiri pernah memberi pesan untuk tidak melupakan sejarah. “Sejarah itu jangan mendiskreditkan. Ini hanya mengingatkan pada anak bangsa, jangan sampai peristiwa itu terulang. Karena menyakitkan bagi semua pihak. Dan korbannya sangat banyak sekali,” tegasnya.

Senada dengan Panglima TNI,  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga mengatakan bahwa pemutaran Film tersebut tidak ada masalah.

“Namanya sejarah, agar masyarakat dan generasi muda mengetahui bahwa pernah ada gerakan kudeta,” kata Mendagri Tjahjo seperti dilansir situs kompas.com.

Baca Juga  Tunisia, Qatar dan Lebanon Larang Film Wonder Woman

Karenanya, ia tak masalah jika film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI” diputar kembali.

Mendagri Tjahjo menyatakan tidak ada aturan yang melarang pemutaran film yang diproduksi pada 1984 itu.

“Sepengetahuan saya tidak ada larangan resmi dari Diknas (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, red). Ini kan konteksnya Diknas ya, terkait upacara 1 Oktober dan sebagainya,” kata Tjahjo, saat menghadiri ulang tahun ke-7 Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan di Kantor BNPP, Jakarta, Minggu (17/9).

“Tidak ada larangan. Saya ditanya oleh masyarakat, ‘Ada enggak larangannya?’, enggak ada,” ucap Mendagri Tjahjo.

Mendagri Tjahjo menyampaikan bahwa pemutaran film tersebut dapat dilakukan agar masyarakat dan generasi muda saat ini juga tahu sejarah, bahwa dahulu ada upaya kudeta.

Selain itu, Mendagri Tjahjo juga membantah isu bahwa dirinya melarang pemutaran film dokudrama yang dibuat tahun 1984 tersebut. Menurutnya, kabar tersebut merupakan fitnah dan akan segera ditindak.

“Saya tidak pernah buat pernyataan tersebut. Saya akan kejar yang membuat fitnah pernyataan saya. Saat ini sedang diproses diurus siapa yang buat berita fitnah. Orang dan nomor handphone-nya sudah ketahuan siapa yang menyebar fitnah tersebut,” tegas Mendagri Tjahjo Kumolo.

Baca Juga  Jenderal Gatot Nurmantyo : TNI akan Buat Film tentang Perjuangan Laksamana Malahayati

Film berjudul ‘Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI’ ini sendiri dibuat di masa Orde Baru Presiden Soeharto, tepatnya pada tahun 1984. Arifin C. Noer menjadi penulis naskah sekaligus sutradara film tersebut. (*)

Komentar

Berita Terbaru