oleh

Silaturahmi NgomZet dan Nasehat Mien Uno

PENANEGERI, Feature – Begitu mendapat kepastian bahwa Bunda Mien Uno berkenan menerima kunjungan tim NgomZet, kami bergegas menuju ke Jalan Jenggala.

Maka Tim NgomZet pun melakukan silaturahmi kunjungan ke Kantor Mien Uno Foundation yang terletak di Jl. Jenggala II/9 Jakarta, Rabu (11/9) pada pukul 15.00 – 17.00 WIB.

Sebuah bangunan yang tampak bersih dan teduh ditambah sambutan hangat Bapak Udin yang sedang membersihkan teras depan, membuat kami langsung merasa nyaman berada disana.

Ketika kami akan melepas sepatu, sebagaimana adab dan kebiasaan ketika kita berkunjung ke rumah seseorang, dengan santun dan ramah Pak Udin buru- buru melarang.

Bunda Mien Uno melarang tamu melepas sepatu.

Kami menunggu Bunda Mien Uno yang sedang dalam perjalanan dari membezuk Bapak Habibie di Rumah Sakit (beberapa jam sebelum Bapak Habibie wafat).

Meski ruang tamu ini tidak terlalu luas tetapi setiap detil perabot seolah mencerminkan si empunya rumah yang hangat dan berhati luas.

Lalu kami dipersilahkan masuk ke ruang meeting yang berkapasitas 20 orang. Teh hangat, air mineral Ok Oce dan kudapan kecilpun telah disediakan untuk kami.

Dan tibalah saatnya Bunda Mien masuk ke ruang meeting.

Masya Allah, Alhamdulillah.
Akhirnya kami bisa bertemu dengan sosok Ibu luar biasa yang memiliki anak-anak luar biasa. Ibu yang tetap cantik dan energic di usia 79 tahun itu memeluk hangat kami satu persatu.

Obrolan pun mengalir tanpa canggung di selingi tawa dan becandaan, seolah kami sudah lama saling mengenal.

Setelah kami memperkenalkan NgomZet, Bunda Mien Uno menyampaikan apresiasi dengan mengatakan bahwa perjuangan kita belum selesai.

Saat ini masyarakat terutama kalangan bawah sedang dalam kondisi yang semakin memprihatinkan.

Bunda berpesan agar tidak lelah memperjuangkan masyarakat bawah yang menderita, tergeser dan tergusur dari rumah-rumah mereka sendiri.

Meski begitu, beliau juga mewanti-wanti agar semua tetap berhati-hati dalam dalam memilih dan memilah teman.

Tetap tawadlu dan sabar dalam berjuang agar kita bisa survive. Terus yakin bahwa Allah Ada, dan kedzaliman akan dikalahkan.

Bunda Mien Uno juga sedikit menjelaskan program sosial Mien Uno Foundation -MRUF – dengan program Envoy nya. Dimana diharapkan dari sana lahir orang-orang muda yang tangguh dalam berwirausaha dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Ketika ditanya bagaimana cara mendidik anak sehingga putra-putra beliau bukan hanya luar biasa dalam hal akademis tetapi juga santun dan humble, Bunda Mien Uno mengucap syukur.

Beliau menyampaikan bahwa, sebagai wujud kasih sayang, sesungguhnya seorang ibu itu bukan hanya mendidik anak, tetapi juga “mendidik” suami agar menyayangi keluarga.

Wanita kadang sering lupa bersyukur kepada suami, bahwa Allah memberi anugerah pendamping hidup yang harus di syukuri.

Syukur dan respek pada suami adalah kunci utama.

Pekerjaan seorang Ibu memang tidak pernah selesai, persoalan hidup terus bergulir tapi satu hal pasti, you have to give love to your family and environment.

Sangat penting bagi seorang ibu agar mampu mensinergikan rasa kasih sayang dalam balutan pendidikan.

Butuh kesabaran yang luar biasa dan kerja keras untuk mendidik seluruh keluarga. Didik anak-anak dengan kasih sayang, keteladanan, ketegasan, tanggung jawab, kejujuran, integritas dan kedisiplinan secara konsisten, konsekuen dan kontinyu.
Satu hal lagi yang tak kalah penting menurut beliau, jangan pernah membedakan dan membandingkan satu anak dengan yang lainnya.

Tidak ada anak emas. Setiap anak harus dilihat sebagai makhluk yang unik yang memiliki bakat dan keahlian masing-masing. Dalam mendidik anak, Bunda Mien Uno juga mengingatkan jangan mengandalkan dan menyerahkan tanggung jawab mendidik anak kepada orang lain.

Sore makin temaram, tibalah saatnya kami pamit bukan saja membawa oleh-oleh buku tentang Pak Sandiaga Uno, tetapi lebih dari itu, membawa nasehat yang sangat berharga dari seorang Ibu yang luar biasa.

Terakhir Bunda berpesan :
You have to be grateful.
Allah sudah melimpahkan anugerah luar biasa pada kita, maka rawatlah.

( Feature oleh : Fetty Aisyah)

 

 

Komentar

Berita Terbaru