oleh

Simpatisan ISIS Ditangkap

PENANEGERI, Palembang- Seorang terduga simpatisan ISIS bernama Toni Rianda ditangkap petugas kepolisian setelah pihak  kepolisian melihat postingannya di akun Media Sosialnya, yang menunjukkan rasa simpati pada Kelompok Teror ISIS.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si mengatakan kalau awal penangkapan terhadap terduga simpatisan ISIS, Toni Rianda ini berawal dari yang bersangkutan kerap memposting simpati tentang ISIS serta ujaran kebencian di akun media sosialnya.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif,” katakapolda Sumatra Selatan, Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si Sabtu (8/7).

Terduga simpatisan ISIS itu ditangkap pada saat razia gabungan Polres Muaraenim dan Polda Sumsel.

Kepala Polda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si, mengatakan, terduga simpatisan ISIS yang diringkus dalam bus di jalan raya Prabumulih menuju Palembang diketahui setelah menyiarkan hal-hal berkaitan organisasi terlarang di media sosial.

“Terduga diringkus dalam bus antar kota dalam provinsi saat razia gabungan oleh Polres Muara Enim dan Polda Sumatera Selatan,” kata Kapolda Sumsel, di Palembang, Sabtu.

Kapolda Sumsel menjelaskan, terduga merupakan warga Kampar Riau dan kini tengah ditahan dan diperiksa polisi.

Simpatisan ISIS asal Pekanbaru yang ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan, bernama Toni itu juga mengaku punya keinginan untuk berangkat ke Suriah.

Toni Rianda Bin Wilmar (24 tahun) ini ditangkap petugas kepolisian karena kerap memposting simpati tentang  ISIS dan memposting ujaran kebencian di akun media sosialnya.

Toni juga sempat beberapa kali berpindah tempat. Seperti di kawasan Kuansing Riau dan Kabupaten Merangin Jambi.

Saat memasuki kawasan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, polisi langsung melakukan penangkapan.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan kalau dari beberapa postingan di media sosial miliknya, Toni sering memposting tentang ISIS, serta ujaran kebencian yang  ditujukan kepada pihak Kepolisian RI.

“Kita masih periksa, apa tujuannya posting tentang ISIS. Bahkan ada ujaran kebencian kepada POLRI yang bertuliskan polisi itu pembunuh,” kata  Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si, kepada wartawan, Sabtu (8/7).

Irjen Agung menambahkan, dari pemeriksaan sementara diketahui kalau Toni tidak mengetahui banyak tentang ISIS.

Toni Rianda yang ditangkap petugas polisi itu mengaku hanya mempelajari tentang ISIS melalui media sosial.

Kronologi penangkapan, pada sekitar 15.30 WIB Sabtu oleh jajaran Polsek Gelumbang Muara Enim. Saat itu pihak Kepolisan sedang merazia kendaraan di jalan raya atau depan kantor polsek setempat, karena polisi mendapat informasi ada penumpang bus jurusan Prabumulih-Palembang dengan nomor registrasi BG 7713 AU terduga simpatisan ISIS berinisial T atau bernama Toni Rianda bin Wilmar. Maka petugas dengan sigap langsung mengamankan terduga simpatisan ISIS itu.

Lelaki muda bernama Toni Rianda bin Wilmar  ini diketahui berusia 24 tahun, dia  kerap memposting simpati pada kelompok teror ISIS, juga memposting ujaran-ujaran kebencian terhadap Kepolisian RI.

Saat ditangkap petugas kepolisian Toni Rianda duduk di bagian depan sebelah kiri sopir bus.

Tanpa perlawanan, T alias Toni Riana itu digelandang ke Polsek Gelumbang kemudian pada pkl 17.00 WIB dibawa Mapolda Sumsel di Palembang untuk dimintai keterangan dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar