oleh

Siswa SMA di Bireuen Mogok Belajar, Ini Tanggapan Kepseknya

PENANEGERI, Bireuen – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Jeumpa, Kabupaten Bireuen, melakukan mogok belajar dengan alasan kecewa terhadap kepemimpinan Kepala di sekolah tersebut.

Dari 290 siswa di SMA Negeri 1 Jeumpa, hanya 21 siswa yang hadir ke sekolah sejak Jumat (30/8) kemarin, mereka tidak masuk ke ruang belajar dan datang hanya ingin menyampaikan keluhan mereka dengan alasan kepala sekolah dinilai tidak transparan dalam mengelola dana sekolah.

Ketua OSIS SMAN 1 Jeumpa, Gufran didampingi beberapa siswa lainnya kepada wartawan, Sabtu (31/8) mengaku, aksi mogok yang dilakukan meraka sebagai upaya protes siswa terhadap penggunaan dana SPP, iuran OSIS, dan penggunaan uang-uang oleh pihak sekolah selama ini.

“Kami terpaksa mogok, karena kami ingin kepala sekolah transparan kepada kami. Belakangan bila ada kegiatan di sekolah serta diluar sekolah, kami selalu harus mengumpulkan uang pribadi,” keluhnya.

Siswa lainnya juga mengatakan, selama ini di sekolah dipungut uang SPP dan iuran lain, lalu kemana seluruh dana tersebut digunakan.

Diakui mereka, kepala sekolah sering mengutip uang di luar SPP dan uang OSIS dari siswa, sementara kegiatan ekstrakurikuler di sekolah jarang dilaksanakan.

Baca Juga  IDI Bireuen Gelar Lomba Lari 5 K dan Bakti Sosial

“Selama ini kami diwajibkan bayar uang SPP sebesar Rp 30 ribu untuk setiap kegiatan siswa. Namun yang anehnya, setiap ada kegiatan sekolah, kami kembali dimintai dan dikutip dananya,” sebut mereka.

Menanggapi hal ini, Kepala SMAN 1 Jeumpa, Bireuen Zulfadli mengaku, sejak tiga tahun terakhir ini ia merasa ditekan dari pihak luar sekolah dan meyakini ada pihak yang sengaja memprovokasi siswa sehingga membuat suasana di sekolah tidak nyaman.

“Kejadian ini diduga ada yang memprovokasi siswa, sehingga siswanya melakukan mogok belajar. Terakhir kami telah melakukan pendekatan dengan siswa serta mencari tahu penyebabnya,” ujarnya.

Ditambahkan Zulfadli, sejauh ini sudah diketahui peersoalan hingga siswanya mogok belajar dan selanjutnya kami segera menggelar rapat dengan siswa.

“Senin ini kami segera memanggil seluruh siswa, agar dapat menyampaikan persoalan dan apa alasan mereka harus mogok belajar,” timpalnya.

Disamping akan duduk kembali dengan siswa, pihaknya juga melakukan musyawarah bersama komite, pengawas, dan guru sehingga permasalahan ini bisa terselesaikan.

Sementara itu, Komite SMAN 1 Jeumpa, Marzuki meminta agar siswa yang mogok belajar tetap sekolah kembali karena menurutnya, mogok belajar hanya akan merugikan siswa, orang tua serta sekolah itu sendiri.

Baca Juga  Pria Bertato Ditangkap Bersama 5 Kilogram Ganja

Marzuki juga berharap pihak sekolah segera mencari solusi terkait permasalahan ini, sehingga tidak terjadi persoalan baru itu.

“harusnya proses belajar-mengajar di sekolah tidak boleh berhenti, bila ada masalah dan kendala, maka harus diselesaikan secara baik-baik dan dicari sulusi yang terbaik,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru