oleh

Sofyan Djalil : Tahun 2025 Warga Indonesia Sudah Harus Memiliki Sertifikat Tanah

PENANEGERI, Bireuen – Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional, Dr Sofyan A Djalil SH, MA, M. ALD menyerahkan sertifikat tanah wakaf secara simbolis kepada masyarakat Bireuen, Kamis (28/2).

Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan disela-sela kegiatan kenduri Maulid Akbar, di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bireuen, Cot Gapu.

Dalam arahanya, Sofyan Djalil mengatakan, sertifikat tersebut harus dibagi sebanyak mungkin dan secepat mungkin. Dengan adanya sertifikat ini dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Sementara di kota-kota besar, seperti halnya Jakarta pasti terjadinya sengketa tanah. Bila masyarakat yang tak memiliki sertifikat, maka akan mengalami kesulitan saat akan dijualnya,” katanya.

Apabila ada tanah kosong, tambahnya, maka mafia tanah akan mengklaim kalau tanah tersebut milik mereka, tentunya dengan dibuatkan sertifikat palsu.

Untuk itu, lanjut Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional itu, Presiden menginginkan tanah masyarakat di seluruh Indonesia harus miliki sertifikat. Tujuannya guna meningkatkan harkat dan martabat.

“Tahun 2017, kita telah membagi 5.4 juta sertifikat, lalu tahun 2018 sebanyak 9,3 juta dan tahun ini minimal 10 juta atau maksimal 12 juta sertifikat. Targetnya tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah memiliki sertifikat,” terangnya.

Baca Juga  Polisi Tetapkan Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap Nenek Usia 70 Tahun di Nagan Raya

Dibagian lain, Sofyan Djalil mengharapkan Bireuen menjadi matahari yang cerah dari Aceh, terutama segi pembangunan serta bidang ekonomi.

Terakhir Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A.Djalil, didampingi Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos, Wali Nanggroe, Malik Mahmud Alhaytar serta Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Tgk Nuruzahri atau Waled NU menyerahkan santunan kepada anak yatim.

Komentar

Berita Terbaru