oleh

Stigma Negatif Biliar dan Hobi Karaoke tidak Harus Disejajarkan dengan Maksiat

-Aceh-152 views

PENANEGERI, Langsa – Olahraga biliar oleh sebagian warga masih mendapat stigma negatif. Padahal, biliar merupakan satu cabang olah raga yang membutuhkan konsentrasi, sama halnya dengan cabang olahraga catur.

“Olahraga ini tentu selain melatih konsentrasi, namun juga melatih otot tangan dan pinggang. Karenanya, stigma negatif terhadap biliar tidak harus atau jangan disejajarkan dengan perbuatan maksiat,” sebut salah seorang praktisi hukum di Kota Langsa, Muslim A Gani, SH kepada Penanegeri.com, Sabtu (7/3).

Menurutnya, olahraga biliar juga bisa dijadikan sebagai hobi, tidak hanya untuk pria. Wanita juga didaerah daerah perkotaan banyak yang memanfaatkan olah raga ini tetapi sebagian masyarakat masih memiliki stigma negatif. Padahal kini sudah semakin banyak wanita berjilbab juga memainkan olahraga ini.

Muslim menambahkan, stigma negatif masyarakat kita juga tidak disalahkan karena di film-film layar lebar maupun di televisi apabila ada permainan biliar maka terlihat ada perempuan seksi, orang mabuk mabukan, wanita merokok, pemikiran ini sudah saatnya kita tinggalkan.

Sementara, lanjut Muslim, kondisi tempat biliar yang di desain di daerah kita ini kan bisa dilihat oleh umum, dengan kondisi ruangan tidak tertutup dan selalu terang, berbeda seperti di film-film yang sengaja dibuat gelap sehingga sedikit romantis.

“Kondisi semacam ini tentunya bagi sebagian orang yang masih berpikiran sempit dan apabila dikaitkan dengan agamanya dianggap hal yang tidak lazim,” timpalnya.

Muslim juga mengatakan, semuanya kembali kepada individu masing-masing, tapi jika diambil positifnya biliar hanya olahraga yang melatih daya pikir. Hal-hal yang bagi banyak orang tidak lazim itu bisa dilakukan atau tidak kembali kepada pilihan yang diambil setiap individu dan tidak semua orang bermain biliar harus ditafsirkan bermaksiat.

“Kalau kita mau jujur seluruh permainan yang menyia nyiakan waktu hingga meninggalkan kewajibannya semua haram, seperti catur, halma dan sebagainya, jika kita ingin mengaitkan dengan agama,” ucapnya.

Sedangkan biliar yang ada didaerah kita cukup bagus, dimana saat dikumandangkan azan mereka berhenti, jumat tutup, tidak ada wanita seksi, tidak ada alkohol terus maksiatnya dimana.

Begitupun juga dengan karaoke, bedanya karoke di rumah-rumah dengan tempat karoke di cafe itu dimana, yang dilarang itu berkaroke dengan lawan jenis bukan mahramnya, jika di rumah karoeke bukan mahram itu juga maksiat .

Oleh sebab itu, semua kembali kepada diri kita masing-masing bagaimana menafsirkan perbuatan maksiat dan mana olahraga, kita harus lebih cerdas, kalau kita ragu bahwa jenis olah raga itu bernuansa maksiat, kita kan sudah ada polisi syariah dan semua masyarakat harus mengawasi, bukan hanya memberikan stigma negatif,” pungkas Muslim.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *