oleh

Studium Generale “Living and Sharing Together In Digital Era” digelar Universitas Jayabaya

PENANEGERI, Jakarta – Kerjasama empat fakultas di Universitas Jayabaya menghasilkan event Studium Generale yang dihelat di kampus Universitas Jayabaya, Pulomas Jakarta baru-baru ini.

Empat fakultas yang bekerja sama mengadakan Studium Generale ini adalah : Fakultas Hukum, FISIP, FIKOM, dan Fakultas Psikologi.

Studium Generale kali ini bertema Living and Sharing Together In Digital Era, dimoderatori oleh Wakil Rektor I Universitas Jayabaya Dr. Ika Yuliasari, M.Si.

Studium Generale ini diadakan oleh Universitas Jayabaya digelar di lantai V Gedung Rektorat, menghadirkan para Narsum atau narasumber yaitu Akiko Horiba, Ph.D. dari The Sasakawa Peace Foundation sebagai narsum utama, kemudian juga menghadirikan Dr. Widura Imam Mustopo dari Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya, dan Drs. Imam Mahrudi, M.Si dari FISIP Universitas Jayabaya, serta Galih Geraldi S.I.Kom dari alumni FIKOM Jayabaya dan juga narsum Dr. Yurisa Martanti, MH., MKn dari Fakultas Hukum Universitas Jayabaya.

Dalam paparannya Akiko Horiba, Ph.D. membahas pentingnya perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Akiko juga mengatakan pentingnya menjaga perdamaian di dalam wilayah Indonesia terutama di wilayah-wilayah yang rawan konflik di Indonesia seperti kawasan Papua, Aceh dan kawasan Maluku-Ambon.

Karena menurutnya di era post truth seperti sekarang ini penyebaran informasi yang bersifat menghasut dan bisa mengancam perdamaian, ditimbulkan karena faktor emosional.

Kemudian Dr. Widura membahas mengenai bagaimana menangkal hoax dan menyikapi adanya fake news yang beredar, dimana setiap pribadi bisa menangkalnya dalam perspektif psikologi.

Drs Imam Mahrudi membahas sejarah tentang keberagaman (diversity) bangsa-bangsa di dunia yang merupakan kepastian kehidupan internasional.

Sementara Dr. Yurisa Martanti, MH., MKn dari Fakultas Hukum Universitas Jayabaya membahas mengenai implementasi aspek hukum yang relevan dengan digital era yakni UU ITE.

Narasumber Galih Geraldi S.I.Kom selaku praktisi kehumasan juga menyoroti bagaimana sebaiknya megenali informasi hoax yang beredar dan juga mengantisipasi penyebaran fake news, karena hoax dan fake news merupakan penyimpangan (deviations) di era kebebasan informasi.

Studium General bertema “Living and Sharing Together In Digital Era” ini betlangsung semarak, diselingi penampilan musik dari Unit Kegiatan Mahasiswa, dan dihadiri oleh sekitar 200 lebih mahasiswa Universitas Jayabaya, dimana para peserta memperoleh e-sertifikat secara gratis. (red)

Komentar

Berita Terbaru