oleh

Tabrak Karang, Perahu Hendak Memancing Terbalik

PENANEGERI, Simeulue – Akibat dihantam arus, empat orang warga yang hendak memancing menggunakan perahu tradisonal (robin) menabrak karang timbul (gosong) di perairan Desa Lambaya, Kecamatan Simeulue Tengah, Simeulue, Kamis (28/9) sekitar pukul 18.30 WIB.

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, Keempat orang korban naas tersebut masing-masing, Azhari (18), Ali Imran (40) dan Roni alias Juni Karomi (38) merupakan warga Desa Lambaya sedangkan Risky Sepriyandi (22) tercatat sebagai warga Desa Welwel.

Menurut pengakuan salah seorang korban Ali Imran kepada Penanegeri.com mengatakan, kejadian bermula ketika dirinya bersama tiga rekannya hendak memancing.

“Sekitar pukul 18.00 WIB kami berangkat mancing dari tambatan perahu Desa Lambaya menggunakan perahu,” ujarnya.

Diperkirakan, sambung Ali, setelah menempuh jarak kurang lebih 500 meter dari lokasi tambatan perahu, sekitar pukul 18.30 WIB, perahu yang ditumpangi  dihantam arus dan menabrak karang timbul sehingga menyebabkan perahu tersebut terbalik.

Memancing

“Saat dihantam arus perahu kami menabrak karang dan langsung terbalik,” terangnya.

“Alhamdulillah kami semua selamat dengan cara berenang dari lokasi terbaliknya perahu ke tambatan perahu di Desa Lambaya,” tandas Ali.

Saat ini, dua orang korban yakni Ali Imran dan Roni alias Juni Karomi dalam kondisi sehat, dan sudah kembali kerumah masing-masing. Sedangkan dua korban lainnya yaitu Azhari dan Rizky Sepriyandi masih menjalani perawatan di Puskesmas Simeulue Tengah.

Akibat kejadian itu, Azhari saat ini masih dalam keadaan trauma sedangkan Rizky Sepriyandi merasakan mual akibat terlalu banyak terminum air laut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *