oleh

Tahun 2018, Angka Kecelakaan di Aceh Timur Meningkat

-Aceh-101 views

PENANEGERI, Aceh Timur – Tahun 2018, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Aceh Timur mengalami peningkatan bila dibandingkan pada tahun 2017.

Pada tahun 2017 terdapat 104 peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan korban 71 orang meninggal. Sedangkan, sejak Januari hingga Desember 2018 terdapat 162 kecelakaan dengan korban 77 orang meninggal dunia.

Demikian disampaikan Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, SIK, MH didampingi Wakapolres Aceh Timur Kompol Warosidi, SH, MH, Kasat Intelkam AKP Suryo Sumantri Darmoyo, SH, SIK dan Kanit II Satreskrim Polres Aceh Timur, Ipda Rangga Setiyadi, S.TrK, saat menggelar konfresi pers, Sabtu (29/12).

Menurut Kapolres, meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas tersebut menunjukan bahwa masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas di jalan raya.

“Kita berharap pada tahun 2019 bisa menurun dan masyarakat untuk bisa lebih tertib berlalu lintas,” ucapnya.

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan, bahwa Laporan Polisi (LP) di wilayah hukum Polres Aceh Timur pada tahun 2018 mengalami kenaikan jika dibandingkan pada tahun 2017, meskipun tidak signifikan, tapi kami terus waspada baik secara personal maupun kesatuan.

“Pada tahun 2017 terdapat 499 kasus dan pada tahun 2018 ini terdapat 560 kasus,” sebut Kapolres.

Dijelaskannya, dari jumlah kasus tersebut, pihaknya Meski demikian telah menangani beberapa kasus diantaranya kasus pembunuhan, narkotika, penganiayaan, pencurian, KDRT, Ilegal Loging, Ilegal Minning, Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) dan tindak pidana lainnya.

“Alhamdulilah, sudah 73,4 % sudah bisa kita selesaikan selama tahun 2018 ini, mudah-mudahan di tahun 2019 bisa kita tingkatkan lagi kinerjanya,” terang Kapolres.

Kapolres menjelaskan, untuk di Satuan Reserse dan Kriminal sepanjang tahun 2018 ini terdapat 417 kasus. Tidak ada kasus yang menonjol pada tahun ini, hanya saja untuk KSDA terdapat 3  kejadian yakni gajah mati. Bahkan yang menyita perhatian publik adalah kematian gajah jinak (Si Bunta) di area CRU Serbajadi.

Dalam kasus itu, penyelidikan, penangkapan dan penyidikan terhadap pelaku dalam waktu singkat bisa kami selesaikan, bahkan pelaku sudah divonis 4,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Idi.

“Kasus yang mendominasi di Satreskrim adalah penganiayaan ringan sebanyak 75 LP, pencurian 55 LP, penyalahgunaan Migas 55 LP, curanmor 42 LP dan pencabulan 16 LP,” bebernya.

Sedangkan untuk kasus tindak pidana penyalahgunaan Narkotika di tahun 2018, lanjut Kapolres, terdapat 143 kasus yang terdiri dari 119 kasus sabu dan 24 kasus ganja. Sementara, barang bukti yang berhasil kami amankan diantaranya, sabu 23,124 kilogram, ganja 124, 248 kilogram dan ekstasi sebanyak 291 butir dengan jumlah tersangka sebanyak 186 orang terdiri dari 182 pria dan 4 wanita.

Namun demikian barang bukti sabu sudah kami kirim ke Polda Aceh untuk dimusnahkan pada saat bertepatan dengan Hari Anti Narkoba se Dunia pada bulan Juli lalu, selain itu juga untuk barang bukti yang harus kami serahkan ke Jakasa Penuntut Umum (JPU) bersama tersangka.

“Pada tahun 2018 ini kami masih melakukan penyelidikan 2 kasus kejahatan dengan menggunakan senjata api,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga mengatakan, bahwa dalam menuntaskan berbagai kasus, setiap anggota personel kepolisian akan diberi reward atau penghargaan akan tetapi yang melanggar juga akan mendapatkan sanksi, pada tahun ini kami memberhentikan 1 anggota secara tidak hormat karena indisipliner.

Pada tahun 2019 mendatang, kami mengharap kepada seluruh masyarkat diwilayah hukum Polres Aceh Timur untuk tetap menjaga situasi Kamtibmas diwilayah masing-masing, terlebih menghadapi Pemilu Tahun 2019.

“Gangguan Kamtibmas bukan tanggungjawab mutlak polisi, akan tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *