oleh

Tahun 2018, Pelanggaran Syariat Islam Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

-Aceh-8 views

PENANEGERI, Langsa – Sepanjang tahun 2018, pelanggaran syariat Islam di Kota Langsa lebih banyak dilakukan oleh pelajar, mahasiswa dan ibu-ibu, terutama terhadap pelanggaran Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat Islam bidang aqidah, ibadah dan syiar Islam dan juga terhadap pelanggaran Qanun Aceh yaitu Qanun Nomor 06 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat.

Demikian disampaikan, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif, MM, kepada Penanegeri.com, Kamis (10/1).

Dijelaskannya, sepanjang tahun 2018 yang melakukan pelanggaran terhadap Qanun Nomor 11 tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat Islam bidang aqidah, ibadah dan syiar islam terutama pasal 13 ayat 1 yaitu kewajiban berbusana Islami mencapai 392 orang, dari jumlah tersebut sebagian besar pelanggarnya para ibu muda, pelajar dan mahasiswa.

Sementara di tahun 2017 kasus tersebut mencapai 499 orang. Kemudian yang melanggar Qanun Nomor 06 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat mencapai 57 kasus dengan rincian, maisir 32 kasus yang dicambuk 28 orang, empat orang dilakukan pembinaan. Kasus khalwat mencapai 20 orang atau 10 pasang, semuanya dicambuk. sementara kasus khamar mencapai 5 orang, kelimanya juga dicambuk.

Baca Juga  Tualang Teungoh, Kota Langsa Diubah Jadi Gampong Pelangi

Untuk tahun 2019 ini, lanjut Ibrahim, pihaknya berharap kasus demi kasus pelanggaran syariat Islam dapat berkurang. Ini tentu peran orangtua dan masyarakat sangat diperlukan. Kita berharap kepada semua pihak untuk mendukung upaya-upaya penegakan syariat Islam yang kita lakukan.

“Upaya pelaksanaan dan penegakan syariat Islam bukan hanya dilakukan oleh petugas Dinas Syariat Islam dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama yaitu pemerintah dari berbagai sektor, ulama dan masyarakat dari berbagai lini,” terangnya.

Sambungnya, jika kerjasama ini dapat kita bangun, maka Insya Allah kasus demi kasus pelanggaran syariat Islam dipastikan akan berkurang. Penegakan syariat Islam akan terus dapat kita tingkatkan.

“Semoga warga masyarakat Kota Langsa terus berkomitmen dan semakin timbul rasa memiliki terhadap syariat Islam,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru