oleh

Tahun ini, Jerih Geuchik di Bireuen Tembus Rp 2,4 juta Setiap Bulan

PENANEGERI, Bireuen – Memasuki tahun 2020, jerih perangkat desa atau penghasilan tetap seorang kepala desa (Geuchik) di Kabupaten Bireuen mencapai Rp 2,4 juta lebih perbulan.

Jerih tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 726.640 setiap orangnya, dibandingkan jerih tahun lalu hanya Rp 1.700 ribu. Sementara perangkat lain dibawahnya juga ikut naik dan bertambah sesuai persentase dan kenaikan berbeda.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Bireuen, Bob Miswar S.STP kepada Penanegeri.com, Senin (17/2) menjelaskan, kenaikan jerih atau gaji perangkat desa tersebut menyahuti peraturan pemerintah tahun 2019 tentang perubahan kedua atas PP 43 pelaksanaan undang-undang nomor 6 tahun 2014.

“Ketentuan kenaikan jerih keuchik di Bireuen dan perangkat dibawahnya sudah ditetapkan dalam peraturan Bupati Bireuen beberapa waktu lalu,” ujarnya

Diterangkan Bob Miswar, penghasilan tetap Geuchik (kepala desa) tahun 2019 sebesar Rp 1.700 ribu, Sekdes non PNS Rp 1.190 ribu perorang, lalu kasie, keurani cut dan petua dusun masing-masing Rp 850 ribu per-orang.

“Tapi untuk tahun 2020, sesuai hasil pembahasan tim Pemkab Bireuen, penghasilan tetap kepala desa non PNS tahun 2020  Rp 2.426.640 atau setara dengan 120 persen gaji pokok PNS golongan II/a,” sebutnya.

Selanjutnya Sekretaris Desa (Sekdes) non PNS sebesar Rp 2.224.420 atau setara dengan 110 pesen PNS golongan II/a. Lalu Kasie Gampong Rp 2.022.200 perorang atau setara dengan 100 persen gaji pokok PNS golongan II/a.

Kata Bob Mizwar, kita berharap dengan adanya peningkatan pendapatan jerih perangkat gampong, terutama Geuchik atau kepala desa serta perangkat lainnya dapat meningkatkan kinerja serta menambah motivasi ditangah masyarakat, bukan sebaliknya.

“Dengan kenaikan jerih ini, maka Geuchik dan perangkat lainnya untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, membantu program pemerintah, serta ikut melaksanakan program bantuan desa tepat sasaran, dan tidak menyalahi kewenangannya,” pinta Bob Mizwar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *