oleh

Tak Ada Kebijakan, Ratusan Proposal Bantuan Warga Miskin Menumpuk di Baitul Mal Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Akibat lambatnya penetapan Badan Pelaksana (Bapel) serta belum adanya kebijakan dari pemerintah provinsi dan peraturan Pemkab Bireuen, ratusan proposal pengajuan bantuan rumah miskin dan korban kebakaran menumpuk di Baitul Mal.

Sekretaris Baitul Mal Bireuen, Drs Saiful Hamdanur melalui Kabag umum lembaga, Iskandar kepada wartawan, Kamis (28/11) mengaku, sejauh ini ratusan proposal yang masuk hanya bisa dilakukan verifikasi dan dicatat kelengkapannya.

“Persoalannya, hingga saat ini belum ditetapkan anggota Baitul Mal secara defenitif, belum adanya kebijakan Pemkab Bireuen, sehingga prososal yang masuk terus menumpuk, belum dapat dilakukan penyaluran bantuan,” ujarnya.

Hingga saat ini, tambah Saiful, ratusan proposal dari masyarakat termasuk korban kebakaran hanya dicatat, memeriksa kelengkapan berkas, identitas pemohon selanjutnya dikumpulkan di ruangan.

“Kebanyakan proposal korban kebakaran yang meminta bantuan rumah, teramsuk warga miskin. Tapi belum dapat diambil keputusan apapun karena terbentur aturan,” ungkapnya.

Selain itu, hingga pertengahan November dana yang sudah masuk ke kas daerah, baik dana infaq sekitar Rp 5,4 miliar serta zakat sebesar Rp 4,6 miliar atau sebesar Rp 10 miliar dan hanya dana zakat yang rencana akan disalurkan tahap kedua sekitar Rp 2 miliar lebih dalam waktu dekat ini.

Baca Juga  Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Pelajar Langsa Dibekuk Polisi

Sementara, tambahnya kalau dari dana infaq hingga kini belum bisa disalurkan, akibat terbentur aturan, disamping belum adanya anggota Baitul Mal defenitif serta belum ada kebijakan atau peraturan dari Bupati Bireuen untuk memanfaatkan dana infaq tersebut agar dapat disalurkan kepada yang berhak .

“Belakangan Baitul Mal hanya bisa menunggu kebijakan, sehingga bantuan yang ada ke kas daerah bersumber dari infaq itu segera dapat disalurkan,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru