oleh

Tak Bisa Baca Alquran, Calon Siswa SMK di Bireuen Gugur

PENANEGERI, Bireuen – Akibat tak bisa membaca Alquran dan mengalami buta warna, belasan calon siswa SMK Kesehatan Muhammadiyah Bireuen gugur saat tes masuk ke sekolah itu.

Kepala SMK Kesehatan Muhammadiyah Bireuen, M Usman S.Pd kepada wartawan, Kamis (20/6) mengatakan, ketentuan masuk SMK Kesehatan, maka setiap calon siswanya diwajibkan mampu membaca alquran serta wajib dites warna.

“Ada sekitar lima belas orang ditolak, mereka para calon siswanya tidak mampu membaca alquran serta mengalami buta warna, sebab ini sebuah ketentuan,” ujarnya.

Selain tes tersebut, setiap calon siswa juga harus memiliki tinggi badan yang sesuai, yakni  untuk putra sekitar 1,55 meter dan putri sekitar 1,50 meter dan tes kesehatan lain meliputi panca indra dan tes ujian tertulis.

“Yang sangat penting mengenai buta warna, kerena masuk jurusan keperawatan dituntut mampu beradaptasi dengan warga dan lingkungan, terutama saat belajar serta praktek di Puskesmas di wilayah kabupaten Bireuen,” sebutnya.

Bagi mereka yang menglami buta warna, maka dengan terpaksa ditolak, kendati mereka sangat berkeinginan bisa sekolah di SMK kesehatan ini, terutama jurusan keperawatan.

Baca Juga  Dua Minggu, Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh Tangkap 22 Penyalahguna Narkoba

Siswa SMK Kesehatan Muhammadiyah Bireuen, tambah M Usman, dituntut harus mampu meraih predikat perawat, dan siap pakai untuk bekerja di rumah sakit negeri maupun swasta, sehingga mereka dituntut benar-benar mahir dan tidak buta warna.

“Saat ini di SMK Kesehatan Muhammadiyah Bireuen juag didukung oleh dewan guru spesialis keperawatan (nes), tamatan Universitas di seluruh Indonesia untuk membimbing para calaon siswanya,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru