oleh

Tak Kunjung Dilanjutkan, Abutment Jembatan Jalan Elak Terbengkalai

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Sejak dibangun tahun 2010 silam hingga kini, bangunan fisik abutment jembatan jalan elak di Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekrak, Aceh Tamiang praktis terlantar dan belum ada tanda-tanda untuk dilanjutkan kembali, sehingga kondisi oprit abutment terhenti dan nyaris menjadi hutan.

Pantauan Penanegeri.com, Sabtu siang (3/6) menyebutkan, pembangunan akses penghubung jalan elak di Kecamatan Sekrak tersebut baru sebatas tiang pondasi. Proyek besar ini terhenti sejak 2012 silam, sama halnya dengan pengerjaan ruas jalan elak yang menembus tiga kecamatan, hingga kini tak kunjung rampung.

Pengerjaan jalan elak yang meliputi Desa Medang Ara Kecamatan Karang Baru, Kecamatan Sekrak hingga tembus kawasan Kebun Tengah, Kecamatan Kejuruan Muda dengan total panjang 19 kilometer itu eksekusinya baru dilakukan penyekrapan badan jalan. Namun, kondisinya saat ini telah kembali seperti sediakala menjadi semak belukar.

Dibangunnya ruas jalan dan jembatan itu bertujuan untuk memperlancar armada angkutan, khususnya truk bermuatan berat, agar tak lagi melintasi pusat Kota Kuala Simpang.

Seorang warga sekitar, Ridho yang ditemui dilokasi menyatakan, pembangunan jembatan dan jalan elak dulu digadang-gadang bisa menjadi solusi menghindari kesemrawutan wajah Kota Kuala Simpang yang setiap hari dilintasi truk. Tapi pembangunannya justru terhenti ditengah jalan.

Baca Juga  Irma Suryani Serap Aspirasi di Desa yang Termarginal

“Apa mau dibangun kembali proyek ini bang? Saya tidak yakin bakal dilanjutkan lagi karena sudah lama kali terlantar,” tanya Ridho dengan nada pesimis kepada awak media dilapangan.

Banyak orang yang tidak tahu ada abutment jembatan disini karena sudah ditutupi hutan, sambung warga yang tengah menunggu temannya memancing di tepi Sungai Aceh Tamiang itu.

“lihat aja diatas oprit itu sudah ada pohon sebesar batang kelapa,” ujarnya sambil menunjuk bagunan oprit disisi sungai yang telah berubah menjadi hutan tersebut.

Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Tamiang, Fachruddin, ST yang dikonfirmasi wartawan di Kantornya, Senin (5/6) menjelaskan, proyek jalan elak dan jembatan tersebut dibangun oleh pihak Bina Marga Provinsi menggunakan dana Otsus TA 2010. Proses pengerjaannya dinas PU Aceh Tamiang tidak dilibatkan, seluruh teknisnya langsung dilakukan pihak provinsi.

“Kita belum tahu kapan akan dilanjutkan lagi, karena itu proyek provinsi, anggarannya menggunakan APBA. Seharusnya mereka turun mengecek langsung bagaimana kondisinya saat ini dan bangunan apa saja yang akan dilanjutkan,” sebutnya.

Baca Juga  DPD NasDem Aceh Tamiang Lengkapi Kekurangan Berkas

Menurut Kabid Bina Marga, untuk tahun ini hanya ada tiga paket proyek dari dana APBA di Bidang Bina Marga, yakni proyek jalan dua jalur, jembatan di Kecamatan Seruway dan pembangunan jalan di Kecamatan Sekrak. Pada tahun sebelumnya usulan agar proyek jalan elak dan jembatan sudah pernah dilayangkan oleh Dinas PU Aceh Tamiang kepada Dinas Bina Marga Provinsi, namun hingga saat ini tidak ada tanggapan.

Kendati demikian, pihaknya berencana akan membuat program usulan kembali agar mega proyek APBA yang telah lama terlantar itu segera dilanjutkan ditahun berikutnya. Fachruddin yang akrab dengan sapaan papa ini juga akan meyakinkan Bina Marga provinsi bahwa proses ganti rugi pembebasan lahan sudah clear dan tidak ada masalah.

“Saat ini yang sudah ada terbangun disisi sungai Sekrak yaitu, satu abutment dan dua pancang. Untuk lanjutan pembangunan jembatan itu masih dibutuhkan satu pilar, satu abutment dan lantai,” sambungnya.

Sebelumnya, Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang juga telah mempertanyakan ke Bina Marga Provinsi terkait makraknya proyek jalan elak di Kabupaten ‘Kaseh Pape Setie Mati’ tersebut.

Baca Juga  Irma : Jalan Elak Aceh Tamiang Optimis Selesai

Baca : Irma : Jalan Elak Tamiang Optimis Selesai

Komisi yang membidangi pembangunan ini, ingin memperjuangkan kelanjutan pembangunan jalan elak yang melintasi tiga Kecamatan itu dan sudah sekitar enam tahun terhenti tidak dilanjutkan lagi oleh pihak provinsi.

“Ya benar, Ko­misi D sudah berkonsultasi dengan pejabat Dinas Bina Marga Provinsi Aceh membahas kelanjutan program jalan elak harus cepat direalisasikan, mengingat manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat sangat besar terutama pertumbuhan eko­nomi dan penyebaran pendu­duk akan lebih merata,” terang Sekretaris Ko­misi D, Irma Suryani, SST, M.Kes, yang dihubungi Penanegeri.com, Selasa siang (6/6).

Menurut politisi partai NasDem ini, mobilitas penduduk Aceh Tamiang terus ber­tambah, namun saat ini daerah pintu gerbang Aceh itu hanya memiliki satu jalan lintas untuk menampung seluruh arus kenda­raan dari segala penjuru. Dampaknya adalah, sering terjadi kema­cetan dan kesemrawutan di area perkotaan. Terlebih lagi di saat traffic light (lampu pengatur lalu lintas) tidak berfungsi, ten­tu­nya sangat rawan terjadi kecelakaan.

“Proyek tersebut mendesak untuk dilanjutkan kembali karena sudah ada perenca­naan awal. Terlebih abutment untuk jem­batan penyeberangan telah diba­ngun dan tinggal dilanjutkan,” desaknya dengan penuh harapan.

Komentar

Berita Terbaru