oleh

Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Poros Sekrak Rusak Parah

-Pena Berita-48 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Badan jalan dari dan menuju Kecamatan Sekrak-Karang Baru, Aceh Tamiang, terlebih dikawasan Kampung Banjir dan Desa Bundar, kondisinya semakin rusak parah dan terkesan tak terawat.

Bahkan, kondisi itu sering dikeluhkan oleh para pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

“Kondisi jalan semakin hancur, sudah seperti jalan ke perkebunan kita lihat,” sindir Sican, warga sekitar Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru kepada awak media, Jumat (7/7).

Ia menambahkan, jalan utama yang berada di sekitar Desa Bundar tersebut sudah banyak sekali lubang, dan kalau hujan selalu digenangi air membuat ruas jalan bertambah hancur.

Salah seorang pengendara roda dua yang melintas di jalan poros tersebut, Muhram, mengaku miris dengan kondisi jalan yang hancur, namun tidak diperbaiki oleh pihak terkait. Padahal jaraknya hanya beberapa meter saja dari pusat pemerintahan Aceh Tamiang.

“Kita prihatin kali lihat kondisinya. Padahal jalan ini termasuk jalur utama bagi warga Kecamatan Sekrak dan Bandar Pusaka, mereka selalu beraktivitas melalui jalan ini,” ujar Muhram, saat melintas selesai dari Sholat Jum’at.

Warga Desa Bundar lainnya, Nyakmin turut menyampaikan hal senada, jalan yang melintasi desanya tersebut sudah lama rusak parah, karena selalu dilalui kendaraan bermuatan berat seperti truk pengangkut material batu dan pasir dari kawasan hulu. Belum lagi dari armada truk TBS kelapa sawit milik perusahaan swasta yang tiap hari melintas membuat lubang jalan semakin lebar

“Sudah setahun lebih jalan ini rusak dengan kondisi aspalnya pecah-pecah tapi tidak ada perbaikan, hanya ditimbun-timbun saja,” sesalnya.

Dikatakannya, meski jalan ini sebagai penghubung dari kecamatan satu ke kecamatan lainnya, namun minim perhatian dari pemerintah daerah sehingga kondisinya rusak parah.

“Karena selalu rusak, beberapa bulan lalu warga menanam pohon pisang ditengah jalan agar diperbaiki. MemangĀ  pernah ditimbun, tapi kini sudah berlubang lagi,” tambahnya.

Salah seirang warga Dusun Bahagia, Desa Bundar, Ainun Mardiah (22), yang berjualan makanan pinggir jalan poros tersebut juga mengeluhkan kerusakan jalan itu.

Pasalnya, jika musim kemarau selalu terkena imbas hujan debu dan pada musim hujan kondisi jalan becek berlumpur seperti kubangan, sehingga membuatnya tidak nyaman berjualan.

Sementara itu, Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Aceh Tamiang, Edy Noviar, ST yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/7) menyebutkan, dirinya tidak punya kapasitas untuk mengomentari jalan milik kabupaten yang rusak tersebut, sebab itu merupakan tanggungjawab pihak provinsi.

“Kalau soal itu saya tidak mau komentar ya, sebaiknya konfirmasi saja langsung kepada Kepala Dinas,” saran Edy Noviar, singkat.

Akan tetapi, Kadis PUPR Aceh Tamiang, Syamsuri, SE yang dijumpai wartawan ingin mengkonfirmasi hal tersebut, yang bersangkutan sedang tidak berada ditempat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *