oleh

Tak sesuai Gambar, Proyek RSS Tetap Dibangun

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Tidak sesuai perencanaan (gambar) yang telah ditentukan dalam kontrak kerja. Proyek pembangunan Rumah Sehat Sederhana (RSS) di Kecamatan Karang Baru, yang bersumber dari dana Otsus tahun anggran 2017 senilai  Rp 1,22 miliar dinilai ‘asal jadi’. Dari 13 unit Rumah yang dikerjakan terdapat posisi dan item pekerjaan yang ditengarai berbeda setiap unitnya.

Informasi diperoleh awak media, Sabtu (16/9) pembangunan rumah tersebut diduga dikerjakan sebelum kontrak kerja diterbitkan karena adanya tender ulang yang dilakukan ULP beberapa waktu lalu, selain itu beberapa posisi item pekerjaan juga berbeda ditiap rumah. Proyek RSS tersebut tersebar di wilayah kecamatan Karang Baru, yakni di Kampung Alur Bemban, Bukit Panjang, Bundar, Rantau Panjang, Kesehatan, Menanggini, Banai, Suka Jadi, Tanjung Karang, Tupah dan Alur Baung, masing-masing dibangun 1 unit, sementara 2 unit RSS lagi beradi di Kampung Tanjung Seumentok.

“Diduga pelaksanaannya luput dari pengawasan dinas dan konsultan pengawas. Sebelum selesai proses tender yang diulang oleh ULP, RSS tersebut sudah terlebih dahulu dikerjakan,” ungkap sumber yang namanya minta dirahasiakan.

Baca Juga  Pon Joho dan Si Teh, Kecam Orasi TA Khalid di Tamiang

Amatan dilokasi proyek, dari 13 unit RSS yang sedang dalam proses pengerjaan rumah sudah pada tahap pemasangan rangka baja. Namun demikian tiap rumah yang dibangun ditemukan perbedaan posisi antara kamar dan ruang tamu.

“Untuk rumah saya kalau tidak salah mulai dikerjakan 13 agustus kemarin,” terang M Yatim warga Rantau Panjang, salah seorang penerima manfaat RSS itu.

Rumah M Yatim, posisi kamar dan ruang tamu berbeda dengan gambar yang ada pada kontrak kerja. Posisi kamar dan ruang tamunya berbanding terbalik, yakni posisi Kiri ke kanan dengan RSS milik Wisnu Saputra warga Alur Bemban yang juga sebagai penerima manfaat RSS. Bahkan rumah Wisnu Saputra terdapat perubahan posisi tempat, kamar mandi menjadi dibagian belakang.

“Dinas PU dan konsultan pengawas sudah mengizinkan. Menurut mereka tidak menjadi masalah,” ujar Wisnu.

Plang proyek pembangunan Rumah Sehat Sederhana

Sementara itu, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Ramza, kepada awak media, minggu (17/9) membantah pelaksanaan pekerjaan RSS dikerjakan sebelum adanya perjanjian kerja.

“Pekerjaan dimulai setelah adanya kontrak kerja. Diluar dari itu tidak berani dilakukan, apalagi mendahului proses re-tender,” sanggah Ramza.

Baca Juga  Gadjah Puteh Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Ramza memastikan, dalam pengerjaan RSS pondasi rumah dibangun dengan menggunakan batu koral. Dan hingga saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan.

“Terkait adanya perubahan posisi kamar mandi ada dilakukan. Hal itu atas permintaan penerima manfaat yang telah direkomendasikan oleh datok penghulu setempat,” jelas Ramza.

Meski demikian, sambung Ramza, adanya perbedaan posisi kamar dan ruang tamu tiap RSS yang dibangun dirinya belum mendapat informasi atas perubahan tersebut.

“Saya rasa tidak ada yang berubah. Akan tetapi akan dicari informasinya lebih lanjut. Bahkan dirinya dibantu oleh pengawas dinas untuk mengawasi proses pelaksanaan dilapangan,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru