oleh

Tak Terima karena Mas Kawin Imitasi, Mertua Laporkan Menantunya ke Polisi

PENANEGERI, Kebumen – Karena merasa tidak terima sekaligus merasa tertipu oleh ulah menantunya, seorang mertua bernama Ateng (47) melaporkan menantu lelakinya bernama Abi (25) ke kepolisian, karena mahar mas kawin seberat 13 gram ternyata imitasi alias emas palsu.

Akibatnya, Abi (25) warga Kelurahan Bumirejo Kecamatan Kebumen ditangkap petugas polisi pada Kamis, 4 Januari 2017 sekitar pukul 23.00 WIB dengan tuduhan dugaan melakukan penipuan.

Pria berusia 25 tahun ini diduga menipu istri dan mertuanya dengan memberikan mahar atau mas kawin berupa emas imitasi alias emas palsu.

Karena belakangan diketahui bahwa mahar emas kawin seberat 13 gram itu ternyata imitasi.

Ibaratnya sudah jatuh masih tertimpa tangga, Abi ini juga dilaporkan pula ke kepolisian oleh pihak jasa pemasangan dekorasi pernikahan, karena tidak menepati janjinya untuk membayar sewa perlengkapan pernikahan dan dekorasinya sebesar Rp 7,35 juta.

Mertuanya, yakni Ateng (47) sudah melaporkan menantunya itu ke pihak yang berwajib

“Atas dugaan penipuan itu, tersangka dilaporkan ke kami dan langsung kami tangani. Tidak hanya emas imitasi, menurut penuturan orang tua mempelai perempuan bahwa tersangka juga berjanji akan menanggung biaya pernikahan sebesar Rp 150 juta tapi itu juga tidak benar adanya,” ungkap Kapolsek Kebumen, AKP Mardi, SH, MM.

Baca Juga  Lawakan Joshua Suherman Dilaporkan ke Polisi

Tersangka juga dilaporkan oleh pemilik dekor pengantin, Teguh  (44) warga Desa Logede, Kecamatan Pejagoan lantaran tidak membayar biaya sewa dekor pengantin saat tersangka menikah.

Dengan rincian biaya sewa perlengkapan resepsi dan dekorasi, setelah pesta pernikahan usai. Namun, hingga waktu yang dijanjikan Abi belum juga membayar hutangnya.

Kapolsek Kebumen AKP Mardi menjelaskan perjanjian antara tersangka dengan tukang dekorasi pernikahan akan membayar jasanya setelah pernikahannya usai. Namun hingga tenggat waktu yang dijanjikan, tersangka tidak membayar. Maka pihak jasa pemasangan dekorasi itupun juga melaporkannya dengan tuduhan penipuan.

Dihadapan polisi, Abi mengaku dirinya tidak siap untuk menggelar pesta pernikahan. Alasannya, permohonan pinjaman ke Bank BNI tempat dirinya bekerja baru bisa cair pada awal tahun 2018. Namun, pesta pernikahan ditetapkan pada Selasa, 26 Desember 2017.

Dengan modal seadanya, Abi tetap melangsungkan pernikahan meskipun sebagian kebutuhan diperoleh dari pinjaman. (*)

Komentar

Berita Terbaru