oleh

Taliban Menyerang Wilayah Paktia dan Ghazni, 71 Tewas

PENANEGERI, Desk Internasional – Sedikitnya 71 orang tewas dalam serangkaian serangan oleh Taliban di provinsi Paktia dan Ghazni,  di Afghanistan.

Dari jumlah tersebut, 41 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri dan pertempuran senjata, yang melukai 150 lainnya, di sebuah pusat pelatihan polisi di Gardez, ibukota provinsi Paktia.

Sedikitnya 30 lainnya tewas dalam pemboman mobil di provinsi Ghazni.

Serangan ganda awal di Paktia terjadi saat milisi menyerang markas polisi regional sekitar pukul 09:00 waktu setempat (pukul 04:30 GMT) pada hari Selasa (17/10) di Gardez, kurang dari 161km dari ibu kota, Kabul.

Penyerang menggunakan sebuah truk dan sebuah kendaraan lapis baja yang dicuri dari pasukan keamanan untuk melakukan serangan bom tersebut, yang menyebabkan 41 orang, termasuk kepala polisi Brigadir Jenderal Toryali Abdiani, tewas dan lebih dari 100 orang terluka, Hidayatullah Hamidi, wakil gubernur Paktia, mengatakan kepada Kantor Berita Agency Anadolu.

Serangan di Paktia

Jenderal Murad Ali Murad, wakil menteri dalam negeri, mengatakan di Kabul bahwa 21 warga sipil termasuk di antara korban tewas dalam ledakan Paktia.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian dalam negeri mengatakan bahwa tujuh orang milisi melakukan  serangan tersebut: dua orang melakukan pemboman tersebut sementara para penyerang lainnya terlibat baku tembak dengan polisi.

Unit polisi khusus kemudian dapat mengalahkan lima penyerang tersebut, kata pernyataan tersebut.

Kantor berita Al jazeera memberitakan bahwa dalam sebuah pernyataan di Twitter, Zabiullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengklaim serangan di Paktia.

Dia mengatakan unit polisi khusus adalah target utama; Sampai 450 petugas polisi tinggal di markas pada saat serangan tersebut terjadi.

Berbatasan dengan Waziristan Utara, salah satu dari tujuh wilayah semi otonomi Pakistan atau “agensi”, Paktia di Afghanistan adalah tempat kelahiran Jaringan Haqqani Taliban.

Militer Pakistan menguasai kembali Waziristan Utara dari Taliban Pakistan setelah serangan diluncurkan pada pertengahan 2014 yang berlangsung sampai akhir 2016.

Serangan di Ghazni

Pemerintah provinsi Ghazni mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa bahwa para milisi meledakkan sebuah kendaraan lapis baja di pintu masuk administrasi distrik Andar pada dini hari, dan kemudian terlibat dalam baku tembak.

Korban mencapai  30 orang, sebagian besar polisi, tewas, kata pernyataan tersebut.

Pihak Taliban megatakan bahwa korban tewas lebih tinggi, dengan mengatakan 44 petugas polisi tewas dalam serangan Ghazni sementara sejumlah besar senjata dan amunisi juga disita.

Wakil menteri dalam negeri Afghanistan mengatakan “musuh dan pendukung asing mereka” – tanpa mengidentifikasi mereka – berada di bawah tekanan besar dari pasukan Afghanistan dan sekutu, itulah sebabnya mereka memilih saat ini untuk serangan semacam itu, saat upaya perundingan perdamaian mendapatkan momentum. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *