oleh

Tangani Dampak Covid-19, Pemkab Bireuen Refocusing Anggaran Rp 36 M

PENANEGERI, Bireuen – Untuk penanganan dampak terhadap Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bireuen dan DPRK setempat melakukan refocusing anggaran sejumlah Rp 36 miliar.

Dana sebesar itu juga akan digunakan untuk penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat dampak Covid tersebut.

Hal itu dikatakan Plt Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH, MSi didampingi Ketua DPRK setempat, Rusyidi Mukhtar SSos, Rabu (14/4) terkait penanggulangan bencana Covid-19 yang ikut berdampak kepada sosial kehidupan masyarakat.

Menurutnya,  selama dampak pandemi Corona ini, warga masyarakat yang sebelumnya masih memiliki usaha dan pekerjaan, sekarang mereka sudah kehilangan pekerjaan.

“Contoh ibu-ibu yang berjualan depan sekolah-sekolah. Selama ini sekolah tutup, sementara mereka ini tidak tahu harus bekerja atau mencari nafkah dimana,” ungkap Muzakkar.

Untuk itu pemerintah ikut prihatin dengan kondisi dampak sosial ini, dan salah satu cara kita harus melakukan refocusing anggaran dan ini sudah kita lakukan.

Dijekaskan, kebutuhan anggaran direncanakan sebesar Rp 62 miliar, dan dana tersebut tersedia Rp 36 miliar. Lalu dilakukan pemangkasan anggaran berbagai kegiatan, seperti SPPD, pelatihan dan kegiatan yang tidak urgen lainnya.

“Selain dimanfaatkan melengkapi sarana dan prasarana di rumah sakit, anggaran yang dibutuhkan itu juga mengantispasi dampak sosial terjadi dengan membantu sembako bagi masyarakat di Bireuen,” terangnya.

Disamping ibu-ibu yang berjualan di sekolah-sekolah, warga yang berjualan mie dan martabak akibat yang warungnya ditutup, tidak bisa berjualan lagi. Maka Pemkab Bireuen merencanakan memberikan bantuan sembako.

“Sekarang sedang kita lakukan pendataan jumlah penerimanya. Mungkin dalam pekan ini sudah tuntas. Bantuan yang kita berikan sebesar Rp 200 ribu per orang, sesuai nilai bantuan diberikan melalui PKH,” sebut Muzakkar A Gani.

Sementara Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S.Sos mengaku, pihaknya mendukung penuh kegiatan Pemkab Bireuen terkait pencegahan Covid-19 termasuk pembahasan anggarannya.

“Saat ini di DPRK sendiri sedang melakukan pembahasan refocusing anggaran penanganan Covid-19, selain pemotongan perjalanan dinas DPRK, SKPK dari rencana Rp 62 miliar dan yang tersedia Rp36 miliar, selama tiga bulan,” tandasnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *