oleh

Tanggapan Terhadap Reaksi PCNU Lumajang Atas Pengibaran Bendera NU oleh Sandiaga Uno

PENANEGERI, Jakarta – Juru bicara BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandiaga, Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan menanggapi terkait protes yang disampaikan PCNU Lumajang kepada Cawapres Sandiaga Uno, dalam siaran persnya yang diterima redaksi PenaNegeri, sabtu (6/4), sebagai berikut :

1. Pengibaran bendera NU oleh Cawapres Sandiaga Uno hanyalah umpan balik dari peserta kampanye di Lumajang yang notabene kader NU. Bukan masuk dalam skenario panitia kampanye di Lumajang. Sandiaga merespons dari peserta kampanye. Sesuatu hal yang natural dan wajar saja. Bendera NU bukan dipersiapkan oleh panitia kampanye. Itu yang perlu digarisbawahi.

2. Justru menjadi pertanyaan, mengapa PCNU Lumajang begitu reaktif atas tindakan spontan Sandiaga Uno tersebut? Tapi untuk masalah yang lebih serius, yakni penggunaan mesin struktur NU untuk pemenangan paslon nomor 01, struktur NU tidak bergeming. Struktur NU tidak bereaksi, namun justru terlibat aktif.

3. Kami sebagai dzurriyyah muassis NU, sangat prihatin dengan lelaku oknum pengurus struktur NU yang tanpa tedeng aling-aling menjadikan NU sebagai kendaraan politik partisan berjangka pendek. Mestinya, NU sebagai penjaga moral para pelaku politik, namun justru terlibat sebagai pemain lapangan. Tindakan yang ceroboh dan menjadikan cacat historis bagi perjalanan khitah NU. Pengurus ada masanya, tapi kami sebagai anak turun pendiri NU, tak ada masanya hingga hayat dikandung badan.

4. Reaksi PCNU Lumajang dengan memframing tindakan Sandi terkait bendera NU sedemikian rupa, sejatinya sedang melakukan tindakan sebagaimana peribahasa “menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”. Baiknya, para pengurus NU di semua jenjang organisasi untuk meminta fatwa pada hati masing-masing apakah tindakan mereka benar secara organisasi atau tidak. “Fastafti Qolbaka”, mintalah fatwa pada hati kalian apakah menjadikan NU sebagai mesin politik partisan berjangka pendek, merupakan tindakan baik atau tidak? (*/siaranpers)

Komentar

Berita Terbaru