oleh

Tanpa Label BPOM, Polres Langsa Sita Ratusan Kosmetik asal Luar Negeri

PENANEGERI, Langsa – Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Langsa  berhasil menyita ratusan alat kosmetik tanpa izin edar atau tanpa dilengkapi dengan Label BPOM asal China, Thailand dan Malaysia.

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, SIK, M.Sc melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK, saat konfrensi pers, Kamis (7/11) mengatakan, selain menyita ratusan kosmetik ilegal, polisi juga mengamankan dua tersangka yakni EM (33) wanita dan NM (27) laki-laki, keduanya warga Kota Langsa.

Dijelaskannya, pengungkapan kasus tindak pidana tersebut, berawal pada, Selasa (5/11) sekira pukul 12:00 WIB, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Kota Langsa ada menjual alat-alat kosmetik tanpa izin edar atau tanpa dilengkapi label BPOM.

Selanjutnya, anggota Sat Reskrim Polres Langsa melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut dan pada hari itu juga sekitar pukul 14.30 WIB,  petugas berhasil mengamankan EM, (33), karena diduga melakukan tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar (BPOM) yang dilakukan di rumahnya.

Kemudian, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Langsa guna dilakukan proses lebih lanjut.

Baca Juga  Bireuen Semarakkan Idul Fitri 1440 Hijriah dengan Festival Takbiran

Setelah kita mengamankan EM, tak lama kemudian petugas kembali mengamankan tersangka NW (27), karena diduga menjual alat-alat kosmetik tanpa BPOM kepada orang yang mau membeli di tokonya.

“Tersangka NW dan barang bukti juga telah diamankan di Polres Langsa guna proses lebih lanjut. Berdasarkan dari keterangan kedua tersangka, mereka membeli mendapatkan barang-barang tersebut dengan cara membelinya di aplikasi penjualan online,” tambahnya.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka EM, yakni, 8 Pc Merk Yu Chun Mei, 3 Pc Bioaqua 24k Gold Skin Care, 2 Pc Bioaqua Exqiusite & Delicate B.B, 3 Pc Cream Air Cushion Bioaqua, 3 Pc Bioaqua 24k Gold Skin Care, 3 Pc Bioaqua Smooth Muscle Flawess, 2 Pc Bioaqua Activated Carbon, 4 jenis Pc Obat selera Makan Merk Sam Yun Wan, 11 Pc Graceful Cordy, 9 Pc serum Yu Chun Mei, 13  Pc Eye Liner Merk Qianxiu, 3 botol Animate Facial Essense, 1 Pc Kiss Beauty Professional Waterproof gel Eyeliner, 2 Pc Hand Body Designer Collecton, 3 Pc Heng Fang Magic Skin Beautyful, 2 Pc Mistine Egg White, 1 Pc Kiss Beauty Contour Stick, 2 Pc Keylie Jenner Pressed Powder Eyeshadow, 1 Pc ADS Fashion Colour Make Up Kit, 1 Pc Eye Shadow Merk Naked 3 Urban Decay, 2 Pc 3CE Mood Recipe Lip Color Mini Kit, 3 Pc Maskara Merk Maybelline, 1 Botol Prime Tri – Peptide, 1 Pc Collagen Crystal Eye Mask, 3 Pc Mini Brow Clas, 1 Pc Vaseina, Pc Eye Shadow & Eyeliner Merk Aigner, 2 Paket Walet Cream, 1 Pc Nose Up, 12 Pc Cream yang dimuat dalam Botol Biru Putih, 10 Pc botol putih berisi cairan yang tidak ada merk, 4 Pc Botol Putih BPO Cream, 1 Pc Jelly Glowing Merk Pink, 4 Pc Pelembab Bibir warna Pink Hitam, 3 Paket Merk Lasona, 11 Paket Lotion Kuning Putih/Siang Malam

Baca Juga  PDAM Bireuen Toreh Nilai Kinerja Pertama Se-Aceh

Sementara dari tersangka NW, yakni 5 Pc Laneige Time Freeze Intensive Cream EX, 1 Pc Laneige Special Care Cica Sleeping Mask, 2 Pc Laneige Special Care Lip Sleeping Mask, 2 Pc Sabun Nature Republic, 1 Pc ST. Ives Acne Control, 1 Pc masker Komedo Merk Bye Bye Blackhead, 1 Pc Serum Wajah Merk Hello Derma High Vit C Serum, 4 Pc Focallure Face Blush | FA-17, 2 Pc Focallure Face Color Mix | FA-25, 1 Pc Focallure | Auto Brows Pen, 1 Pc Ink Velvet Peripera Hip Beige Pink, 1 Pc Ink Velvet Peripera Update Natural Pink, 1 Pc Peripera Airy Ink Velvet, 1 Pc AHA – BHA- PHA 30 Days Miracle Serum, 1 Pc Snail Truecica Miracle Repair Serum, 5 Pc Sabun Merk Pyary Nalpamara Herbal Soap, 1 Pc Pasta Gigi Merk Nature Republic | Tootpaste Jasmine Mint, 1 Pc Nature Republic Snail Solution, 2 Pc Helwa Gold Jely, 1 Pc Helwa Whitening Night dan 3 Pc. Liplapin Red Rose.

Akibat pperbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 197 Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dimana disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara Ruiipallng lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000 (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah).

Komentar

Berita Terbaru