oleh

Taruna Akmil Putra Asli Papua Selamatkan Korban Kecelakaan di Lautan Raja Ampat

PENANEGERI, Raja Ampat – Tiga orang Putra Asli Papua yang tengah menjalani pendidikan sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat IV, yakni Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar) Daniel Mambrasar (Raja Ampat), Sermatutar Bima Mahuse (Merauke), dan Sermatutar Osvaldo Micibaroe (Sorong Selatan), tanpa disangka-sangka dalam sekejap menjelma menjadi pahlawan bagi 13 orang penumpang dan 2 orang kru perahu motor cepat ( speedboat) wisata Puteri Sion yang mengalami kecelakaan di perairan laut Raja Ampat, Papua Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P., dalam rilis tertulisnya, Minggu (29/12/2019) di Manokwari, Papua Barat.

Lebih lanjut dikatakan, ketiga Taruna Akmil tersebut sedang melaksanakan cuti Hari Natal dan Tahun Baru sejak 23 Desember dari tempat mereka belajar dan berlatih untuk menjadi Perwira TNI AD di Lembaga Pendidikan (Lemdik) Akmil, Magelang, Jawa Tengah ke Papua Barat.

Ketiga Taruna ini cuti Natal dan Tahun Baru ke Raja Ampat, tepatnya ke kampung Sermatutar Daniel Mambrasar di Friwen, Raja Ampat, karena dua orang lainnya yang putra Merauke dan Teminabuan (Sorong Selatan) ingin melihat Raja Ampat. Setelah singgah di Sorong, mereka lalu menuju ke Raja Ampat.

“Saat hendak kembali dari Friwen ke Sorong menggunakan perahu motor cepat, Sabtu (28/12/2019) untuk mempersiapkan diri kembali ke Akmil, Magelang pada Selasa (31/12/2019) mendatang, disitulah kejadian heroik ketiga orang Taruna Akmil tersebut berlangsung,” kata Kapendam Kolonel Andi Gus.

Pada Sabtu 28 Desember 2019 sekitar pukul 12.10 WIT, ketiga orang Taruna Akmil Putra Asli Papua yang tengah dalam perjalanan laut menggunakan perahu motor cepat milik keluarga Daniel Mambrasar, dari jauh mereka melihat ada perahu motor cepat lain yang dengan kecepatan tinggi melaju kencang mengarah ke kapal layar yg dipakai turis untuk kegiatan menyelam ( diving). Terlihat perahu tersebut berusaha menghindari tabrakan dengan kapal layar, namun nahkodanya tidak melihat ada sekoci gandengan yang berada/ditarik kapal layar itu, sehingga akhirnya tabrakan tidak terelakkan.

Perahu motor cepat Putri Sion yang berisi 15 orang itu menabrak sekoci yang digandeng di perahu layar turis, yang mengakibatkan robek besar di lambung kiri perahu motor cepat ( speedboat).

“Dari kejauhan, melihat kecelakaan yang terjadi di perairan sekitar Kabui Echo Resort Waisai itu, Sermatutar Daniel Mambrasar lalu meminta ke bapaknya yang menahkodai speedboat yang mereka naiki untuk merapat, karena dari kejauhan terdengar teriakan minta tolong dari para penumpang perahu yang bertabrakan dan akan tenggelam,” terangnya.

“Dengan spontan, Daniel Mambrasar dan rekan tarunanya Bima Mahuse lalu melompat ke laut dan berenang menuju Perahu Putri Sion yang mengalami kerusakan parah dan nyaris tenggelam itu untuk membantu mengevakuasi korban. Sedangkan rekannya Sermatutar Osvaldo Micibaroe menunggu di atas perahu yang mereka naiki untuk membantu menarik korban naik ke perahu motor cepat mereka,” ujarnya, mengutip cerita dari Sermatutar Daniel Mambrasar, Taruna Akmil TNI AD.

Kelimabelas orang (penumpang dan kru kapal) speedboat Putri Sion yang seluruhnya selamat beserta barang-barang mereka, selanjutnya dievakuasi ke Kabui Echo Resort menggunakan perahu Daniel Mambrasar. Sedangkan perahu Putri Sion lalu ditarik dari laut ke bibir pantai untuk memudahkan evakuasi lanjutan oleh Tim SAR yang tiba di lokasi kecelakaan kapal laut itu.

Penyelamatan ini, menurut Kapendam XVIII/Kasuari, merupakan bentuk spontanitas dan wujud kepedulian mereka selaku calon Prajurit TNI AD, saat melihat kesulitan yang dialami rakyat sekelilingnya.

“Tentu apa yang mereka lakukan ini murni merupakan aksi spontan saat melihat kesulitan yang dialami warga masyarakat. Sebutan apa yang pantas untuk mengapresiasi sikap dan tindakan yang telah mereka lakukan, tentu masyarakat sendiri yang bisa menilainya,” tutupnya. (pen/red)

Komentar

Berita Terbaru