oleh

Tenaga Kontrak RS Bireuen Pertanyakan Lanjutan Tuntutan Mereka

PENANEGERI, Bireuen – Tenaga kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen kembali mempertanyakan hasil tuntutan mereka yang telah diperjuangkan oleh wakil rakyat di DPRK setempat.

Hal itu disampaikan seorang tenaga kontrak di rumah sakit dr Fauziah Bireuen, Dedi Safriadi kepada wartawan, Sabtu (8/2) terkait lanjutan tuntutan mereka yang belum terjawab hingga hari ini.

“Awalnya dalam pertemuan di DPRK Bireuen, anggota dewan dan Pemkab Bireuen berjanji akan memberikan putusan serta jawaban terhadap tuntutan mereka awal Februari 2020 ini,” katanya.

Sementara hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan kejelasan terhadap butir-butir tuntutan yang sempat disampaikan dalam pertamuan tersebut.

“Sejauh ini, kami sebagai tenaga kontrak masih menunggu hasil musyawarah antara DPRK dan Pemkab Bireuen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kamis (2/1) lalu, 400 tenaga kontrak dan bakti di rumah sakit pelat merah melakukan aksi demo dan menuntut sejumlah hak mereka, bahkan dilanjutkan dengan audiensi dengan anggota DPRK setempat, Jumat (3/1/).

Dalam pertemuan itu, perwakilan tenaga kontrak rumah sakit, Saifullah menyebutkan, seluruh tenaga kontrak BLU RSUD dr Fauziah Bireuen yang hadir perawat, bidan, tenaga farmasi, flslotarapi, radtologi, analis, satpam, sopir ambulan serta cleaning service dan tanaga honor lainnya.

Baca Juga  Berpakaian Ketat, 18 IRT Terjaring Razia WH di Langsa

Tuntutan mereka, karena selama ini ketidakadilan pihak manajemen rumah sakit Bireuen dan Pemda Bireuen. Dalam memberikan SK honor kepada beberapa orang yang masa kontraknya dibawah dua tahun. Termasuk anak dari pejabat yang berwenang yang bekerja di rumah sakit tesebut.

Sementara mereka yang sudah lama bekerja, tambahnya, honornya telah dihapus dengan alasan terjadinya defisit anggaran.

Disamping itu mereka juga meminta ketua DPRK Bireuen mempenjuangkan adanya perubahan, terkait penerimaan remunerasi dari manajemen rumah sakit supaya tidak ada lagi perbedaaan, baik tenaga honor dan PNS, termasuk kenaikan uang petugas jaga malam.

Komentar

Berita Terbaru