oleh

Tepung Mokaf: Pengembangan Agro Industri

PENANEGERI, Semarang- Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang (Faperta Unwahas) menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Agro Industri Pedesaan berbasis singkong di Semarang pada Sabtu, (1/2/2020).

Caranya adalah dengan mengolah singkong menjadi tepung mokaf dan berbagai olahan kuliner yang enak dan bergizi serta memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan sejak awal Januari mulai dengan praktik pembuatan tepung mokaf menggunakan starter yang membutuhkan waktu selama 3- 4 hari meliputi, proses pemilihan singkong yang segar dan cukup umur panen, pengupasan dan penyawutan, perendaman, penirisan dan pengeringan serta penepungan.

Dosen pengampu mata kuliah Dewi Hastuti mengatakan praktik ini diikuti oleh 13 kelompok dengan total 104 mahasiswa untuk mengolah menjadi berbagai macam jenis olahan makanan.

“Pengembangan Agro Industri Pedesaan merupakan program yang akan rutin dilakukan mahasiswa Faperta Unwahas yang mengambil mata kuliah Ekonomi Agro Industri yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam aspek pengetahuan dan ketrampilan mengembangkan agro industri,” ujarnya.

Hasil pengolahan berupa tepung mokaf dan olahannya mendapat apresiasi yang sangat baik dari Wakil Rektor III Dr. Andi Purwono, yang membuka acara pameran hasil- hasil praktikum ekonomi agro industri.

Wakil Rektor III Unwahas Andi Purwono berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani singkong dengan berkembangnya industri tepung mokaf dan produk olahannya.

“Harapannya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani singkong dengan berkembangnya industri tepung mokaf dan produk olahannya yang disukai masyarakat. Tepung mokaf bukan hal yang baru akan tetapi kenyataannya belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, bisa dilihat dari sulitnya mendapatkan tepung mokaf di sekitar kita, berbeda dengan tepung terigu yang hampir di setiap warung tersedia,” jelasnya.

Acara dihadiri Dekan Fakultas Pertanian Lutfi Aris Sasongko, Ketua Penjaminan Mutu Unwahas Rita Dwi Ratnani dan Ketua Program Studi Manajemen Yulaekhah Ariyanti. Menanggapi acara tersebut, ketiganya menyatakan bahwasannya beliau sangat mengapresiasi para mahasiswa Faperta Unwahas yang telah mengolah dan menampilkan berbagai bentuk olahan tepung mokaf dengan beragam variasi, mulai tepung mokaf dengan pewarna dari buah dan sayur, ada tepung mokaf berwarna merah, hijau, kuning dan putih.

Sedangkan olahannya berupa pizza mini, cookies okra, bananugget, mie mokafin aja, mokaf asyieek, Almond cookies, pangsit mokaf, klepon rainbow dan banyak olahan lainnya. Kegiatan ini sangat menarik dan menjadi contoh untuk meningkatkan ketrampilan dan jiwa berwirausaha.

Ketua BEM Faperta Unwahas Surya Bakti mengatakan kesuksesan acara pameran produk tepung mokaf dan olahannya di kampus mendapat perhatian dan dukungan dari BEM Faperta Unwahas untuk disosialisasikan dan dikenalkan pada masyarakat melalui program Pengabdian Masyarakat di SMP IT Cendekia Sampangan, Gajah Mungkur, Kota Semarang pada hari Sabtu (1/ 2/ 2020).

Pengabdian masyarakat melalui acara bazar dengan menampilkan 13 stan untuk produk unggulan dari tepung mokaf. Acara ini sekaligus untuk praktek pemasaran produk mahasiswa dengan target konsumen remaja adalah siswa siswa setingkat sekolah menengah pertama dan guru guru di sekolah tersebut.

“Bazar dimulai jam 8 pagi dan menjelang jam 12 banyak produk yang sudah habis terjual maka acara bazar ditutup lebih
cepat dari waktu yang direncanakan, “ ujarnya. (Red)

Komentar

Berita Terbaru