oleh

Terkait Pelabuhan, Jokowi Respon Surat Walikota Langsa

-Aceh, Ekonomi-225 views

PENANEGERI, Langsa – Menindak lanjuti surat Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE kepada Presiden RI, Jokowi, tim Kementrian Bidang Kemaritiman, Kamis (21/2) sore meninjau langsung Pelabuhan Kuala Langsa.

Kedatangan tim yang merupakan utusan Presiden RI ini disambut langsung Walikota Langsa, Usman Abdullah SE, didampingi Asisten I, Suryatno AP MSP, Kepala Dishub, Samaul Bahri SE, Kadis PUPR, Sayed Mahdum Madjid ST, Sekretaris Bappeda, Mahmuddin ST, dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas dan Sistem Logistik Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas dan Sistem Logistik, Rusli Rahim menyampaikan, kunjungan pihaknya ke Pelabuhan Kuala Langsa ini terkait dan menindaklanjuti surat Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, kepada Presiden RI Jokowi.

Dijelaskannya, surat Walikota ini berisi tentang permasalahan dan hambatan investasi pembangunan yang dialami di Kota Langsa, khususnya terkait izin impor di Pelabuhan Kuala Langsa.

“Atas surat tersebut, Presiden meresponnya dan menugaskan kami dari Kemenkomaritim untuk melakukan kunjungan ke Pelabuhan Kuala Langsa,” ujarnya.

Dirinya juga berharap akan ada tindak lanjut dari Pemerintah Pusat nantinya, setelah dilakukan peninjauan lapangan ke Pelabuhan Kuala Langsa.

Baca Juga  Polisi Kawal Pendistribusian Surat Suara di Aceh Utara

“Alhamdulillah, sekilas kita telah melihat kondisi Pelabuhan Kuala Langsa ini secara infrastruktur, namun pihaknya belum melihat kondisi kontrukstur bawah pelabuhan, apakah memungkinkan untuk dilakukan dan ditingkatkan kegiatan bongkar di Pelabuhan Kuala Langsa tersebut,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Walikota Langsa, Usman Abdullah, kepada tim Kemenko Bidang Kemaritiman, menyatakan, bahwa dahulu Pelabuhan Kuala Langsa ini hidup, sebelum dikeluarkannya Peraturan Kementan dan Kemendag, dan saat itu Pelabuhan Kuala ini mampu menyerap tenaga kerja ribuan orang.

“Sekarang aktivitas Pelabuhan Kuala Langsa ini mati, terpaksa mereka warga khususnya di pesisir, menebang pohon bakau di daerah ini karena tidak ada pekerjaan lain.  Lihat ini pak, semua fasilitas yang ada di pelabuhan terbengkalai,” jelasnya.

Dirinya berharap kunjungan tim Kemenko Bidang Kemaritiman ini bukan hanya sebagai kunjungan seremoni saja, tetapi lebih dari itu akan memberikan hasil khususnya untuk bisa diaktifkannya aktivitas Pelabuhan Kuala Langsa ini.

“Saya tidak berharap banyak dengan Pemerintah Pusat, kami hanya meminta dan sangat berharap Pelabuhan Kuala Langsa ini dapat izin agar dapat diaktifkan kembali,” pinta Wali Kota.

Baca Juga  Hari Ini Partai Aceh Gelar Kampanye Akbar di Lhoksukon

Kemudian, kepada tim, Walikota, memperlihatkan fasilitas pelabuhan seperti gudang-gufang barang yang layak, area parkir kapal, dan lain sebagainya yang telah ada setelah sejak lama dibangun dengan menggunakan APBN, APBD.

Akan tetapi, fasiltas yang telah ada di Pelabuhan Kuala Langsa ini sia-sia, karena hingga sekarang tidak bisa dimanfaatkan, terkait adanya pembatasan izin impor maupun ekspor dengan adanya regulasi dari Menteri Perdagangan maupun Menteri pertanian,” pungkasnya.

Tim itu terdiri dari Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas dan Sistem Logistik Kemenko Bidang Kemaritiman, Rusli Rahim, Kepala Bidang Infrastruktur Pengolahan Produk Perikanan pada Asisten Deputi Infrastruktur Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata, Dhodik Christanto Dwi Saputro, S.Pi., ME, dan Kepala Bidang Infrastruktur Pelayaran Rakyat pada Asdep Infrastruktur Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata, Hendra Syahputra, DESS.

Komentar

Berita Terbaru