oleh

Terkait Penembakan di Masjid Selandia Baru, Ini yang Disampaikan Pengamat Teroris dari Unimal Aceh

-Aceh-185 views

PENANEGERI, Lhokseumawe – Pengamat teroris dari Universitas Malikussaleh Aceh, Al Chaidar, angkat bicara dan meminta kepada Indonesia untuk bertindak tegas apa yang telah terjadi kepada Warga Negara Indonesia (WNI) mengenai serangan yang dilakukan Brenton Tarrant terhadap orang-orang muslim yang sedang melakukan shalat Jumat di Masjid Al Nur Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

“Sebelumnya saya turut berbelasungkawa kepada keluarga korban yang tak berdosa yang kehilangan nyawa-nya. Ini adalah kejahatan terorisme yang menjijikan, yang dilakukan oleh Brenton Tarrant,” ucap Al Chaidar, kepada Penanegeri.com, Sabtu (16/3).

Al Chaidar juga mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh Brenton Tarrant adalah sebuah terorisme kristen yang sangat berbahaya, aliran ini tidak boleh berkembang dimanapun diseluruh dunia karena sangat membenci keberadaan manusia-manusia lainnya yang di luar kelompoknya.

“Kepercayaan milenarianisme atau mesianisme yang dimiliki oleh Brenton Tarrant ini sangat berbahaya dan sangat menunjukkan sikap islamphobia, yang terlalu berlebih-lebihan dan ini ada kemungkinan dengan munculnya ISIS yang terlalu memperlihatkan sisi yang sangat menjijikan dari terorisme,” kesal Al Chaidar.

Baca Juga  Brenton Tarrant Bukan Salah Seorang Saksi-Saksi Yehuwa

Serangan terhadap orang-orang muslim yang sedang melakukan Shalat Jumat di Masjid Al Nur Christchurch New Zealand adalah tindakan terorisme yang memiliki kepercayaan kristen saksi jehovah yang menurut saya itu sangat tidak toleran dan sangat mengagung-agungkan supremasi kulit putih serta anti terhadap toleransi dan multikulturalisme.

“Indonesia memang perlu menyatakan siakapnya dan pemerintah harus tegas terhadap Negara Australia, terkait warga negara Indonesia (WNI) yang turut menjadi korban akibat penembakan di salah satu masjid di Christchurch, Selandia Baru, pemerintah kita harus menekan Australia untuk melindungi semua umat yang beragama apapun. Semua tempat ibadah mereka untuk bisa aman menjalankan. Ini adalah tindakan terorisme dan harus di proses hukum sebagai teroris,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru