oleh

Tersangka Korupsi Mesin Genset di RSUD Langsa Kembalikan Uang Kerugian Negara 

PENANEGERI, Langsa – Empat tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi pengadaan mesin genset 500 KVA+ pada RSUD Kota Langsa, yang saat ini ditahan di Lapas Kelas II B Langsa mengembalikan uang kerugian negara hasil audit BPK RI sebesar Rp 269.675.200.

Penyerahan dan pengembalian uang tersebut dilakukan pihak keluarga tersangka melalui Tim Kuasa Hukum dari Kantor Perwakilan YARA Kota Langsa, H A Muthallib, Ibr SE, SH, M.Si, MKn, bersama Dr Darwis Atanami, SH, MH, ke Kejari Langsa, Kamis (7/11) yang diterima oleh Kasi Pidsus Kejari Langsa, M Fahmi.

Diharapkannya, dengan itikad baik atas pengembelian kerugian negara kliennya ini, agar mendapatkan pertimbangan dari majelis hakim dalam sidang-sidang selanjutnya terhadap kliennya.

“Jadi, pengembalian uang pengganti atas kerugian negara oleh kliennya merupakan bentuk itikad baik kliennya,” ujar tim penasehat hukum tersangka, H A Muthallib, yang juga Ketua Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Langsa, kepada Penanegeri.com.

Selain itu, katanya, pihak keluarga dari empat tersangka juga sudah mengajukan permohonan tahanan rumah/luar, dengan jaminan keluarga. Permohonan alih tahanan tersebut kami lakukan dengan berbagai pertimbangan, mengingat semua unsur sudah terpenuhi dan tidak melarikan diri juga kerugian keuangqn negara sudah dikembalikan.

Baca Juga  Atlet Silat SD IT Assalam Jeunieb Wakili Bireuen ke Provinsi

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Langsa, Ikhwan Nul Hakim, SH, melalui Kasi Pidsus M Fahmi, SH, MH, kepada wartawan, membenarkan salah seorang pihak keluarga dari keempat tersangka dengan didampingi dua kuasa hukumnya, sekitar pukul 10.00 WIB pagi, mengembalikan dan menitipkan uang atas kerugian negara sesuai hasil audit BPK RI sebesar Rp 269.675.200.

Dikatakannya, uang tersebut telah kita lakukan penyitaan sebagai barang bukti dan dititipkan ke rekening kas Kejari Langsa. Kendati demikian, proses hukum tetap berlanjut meski uang telah dikembalikan dan kasus ini masih dalam penyelidikan dalam waktu dekat akan segera kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor di Banda Aceh sesuai aturan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Komentar

Berita Terbaru