oleh

Tersangka Pembunuhan Tukang Cendol di Aceh Utara Terancam Hukuman Mati

PENANEGERI, Aceh Utara – Polisi menjerat dua tersangka kasus pembunuhan terhadap Jajuli, warga Gampong Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara masing-masing 15 tahun penjara.

Keduanya masing-masing dijerat Pasal 340 JO Pasal 338 JO Pasal 55 KUHPidana Dengan Ancaman Hukuman Minimal 15 Tahun Penjara dan Maksimal Hukuman Mati.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin dalam konfrensi pers yang digelar di Aula Tri Brata Polres itu, Kamis (24/1). Polisi juga turut menghadirkan dua tersangka yaitu Musliadi alias Adi Pukik (25) dan Jamaliah (30).

Kapolres Aceh Utara mengatakan, Musliadi merupakan warga asal Gampong Matang Manyam, Kecamatan Baktiya yang berprofesi sebagai nelayan. Sedangkan Jamaliah merupakan istri korban pembunuhan itu.

Jamaliah diduga pelaku utama dalam kasus tersebut dengan cara menyuruh Musliadi untuk membunuh suaminya sendiri (Jajuli) yang bekerja sebagai tukang cendol. Kasus itu terjadi pada Sabtu 15 September 2018 lalu. Menurut hasil olah TKP Polisi, korban dibunuh dengan cara digorok lehernya menggunakan parang.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Aceh Timur Sosialisasikan Aplikasi Mobile JKN di Pemeriksaan HBA1C

“Minggu lalu termonitor keberadaan dua tersangka itu. Pada Selasa (22/1) kemarin, petugas menangkap tersangka Musliadi di Belawan, Medan, Sumatera Utara dan kemudian ditangkap tersangka Jamaliah di Banda Aceh,” kata Ian yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah, Kasubag Humas AKP M Jafaruddin dan sejumlah perwira lainnya.

Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah yang mendampingi Kapolres Ian menjelaskan, pembunuhan dilakukan secara berencana, karena keduanya sudah menjalin hubungan asmara.

“Untuk sementara, keterangan dari si Adi, motifnya adalah si Jamaliah mencintai si Adi. Sehingga keduanya ada niatan untuk menikah setelah pembunuhan selesai dan ingin menguasai harta almarhum,” terang Kasat.

Pembunuhan
(Penanegeri/Jamal) : Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin didampingi sejumlah perwira polisi memberikan keterangan kepada para wartawan konfrensi pers, di Aula Tri Brata, Kamis (24/1).

Rezki mengatakan, berdasarkan pengakuan Adi, mereka sudah lama menjalin hubungan asmara setelah berkenalan melalui Facebook, bahkan keduanya telah berhubungan badan.

Kemudian Kapolres Ian mengatakan, sebelum mengamankan tersangka Adi, petugas Polres Aceh Utara yang dibantu Tim Polda Aceh memeriksa sejumlah saksi, termasuk famili korban.

“Beberapa saksi yang kita minta keterangan tidak ada kendala ya, semuanya hadir. Namun si Musliadi ini yang waktu itu belum kita tetapkan tersangka atau masih kita curigai, sempat hilang posisi keberadaannya,” tukas Ian.

Baca Juga  Dewan Minta Pembangunan Gedung DPRK dan PUPR Bireuen Harus Segera Dilanjutkan

Tersangka Adi ditangkap Polisi di kawasan Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara saat sedang kerja bangunan. Adi saat kerja kerap menggunakan masker agar tidak terbaca wajahnya.

Sedangkan tersangka Jamaliah ditangkap saat sedang bekerja di salah satu warung makan di kawasan Peunayong, Kota Banda Aceh. Jamaliah kabur ke Banda Aceh setelah beberapa hari kasus pembunuhan itu terjadi.

Kepada sejumlah wartawan, Adi membenarkan bahwa dirinya berencana untuk menikah dengan istri korban. Saat ditanya soal status dirinya, Adi mengaku telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Ia mengaku jatuh cinta pada istri korban karena pandangan pertama.

“Iya (ingin menikah dengannya). Iya sudah dua anak,” ucap Adi membenarkan sejumlah pernyataannya.

Sedangkan Jamaliah dalam konfremsi pers itu tidak berkutik saat dikonfirmasi para wartawan. Dia hanya terlihat menunduk dan menutup muka dengan jilbabnya. Keduanya telah dikenakan pakaian tahanan Polres Aceh Utara.

Komentar

Berita Terbaru