oleh

Tersangka Proyek Pengaman Tebing Samalanga Bireuen Kemungkinan Bertambah

PENANEGERI, Bireuen – Hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI terkait kerugian negara terhadap proyek pengaman tebing Krueng Salamanga, Kabupaten Bireuen mencapai Rp 894 juta.

Sementara itu, kemungkinan tersangka lain terhadap dugaan korupsi proyek pengaman tebing Krueng Salamanga tersebut akan bertambah.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Mochammad Jefrry SH MHum melalui Kasie Intel Fakhrillah SH MH kepada wartawan, Sabtu (2/2) menjelaskan, dugaan korupsi proyek pengaman tebing Krueng Salamanga tahun 2016 itu karena terjadi kekurangan volume pekerjaan dan tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Kerugian negara yang mencapai Rp 894 proyek tersebut merupakan hasil audit setelah Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI turun. Selanjutnya kembali akan dilakukan pemeriksaan ketiga tersangka yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu, meminta keterangan saksi-saksi lain untuk kelengkapan berkas perkara,” terangnya.

Dikatakan Fakhrillah, pihaknya telah melakuan pemeriksaan ketiga tersangka dugaan korupsi proyek pengaman tebing Krueng Salamanga. Selain tersangka  TM, pemilik perusahaan dan Naz sebagai Direktur Perusahaan PT Yedecober Jaya Abadi Lhokseumawe.

Baca Juga  Terkait Tuntutan Mahasiswa, Kementerian Ristekdikti RI Surati Rektor Unsam Langsa

Dalam kasus ini pihaknya juga memeriksa Mul sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen.

“Ketiganya merupakan tersangka dugaan korupsi pekerjaan atau proyek tersebut dan dinilai berperan menimbulkan kerugian negara hingga mencapai Rp 894 juta,” jelasnya.

Dibagian lain Kasie Intel di Kejari Bireuen itu menambahkan, kemungkinan tersangka lain akan bertambah terkait proyek pengaman tebing Krueng Salamanga itu.

“Sejauh ini kita perlu mendalami kembali sejumlah alat bukti, begitu juga dengan adanya tersangka lainnya,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru