oleh

Tes Rudal ICBM Korea Utara Gagal Lagi

PENANEGERI, Desk Internasional- Rekaman video tes rudal terbaru Korea Utara tampaknya menunjukkan bahwa rudal ICBM( intercontinental ballistic missile) milik Korut atau DPRK (Democratic People’s Republic of Korea) itu gagal sebelum mendarat, kata pakar AS.

Laporan menunjukkan bahwa Pyongyang mungkin belum menguasai teknologi entry-entry yang diperlukan untuk rudal berhulu ledak nuklir.

Rekaman video uji coba rudal terbaru Korea Utara tampaknya menunjukkannya kegagalan sebelum mendarat, mengindikasikan bahwa Pyongyang mungkin belum menguasai teknologi entry-entry yang dibutuhkan untuk rudal berhulu ledak nuklir yang harusnya beroperasi, Senin (31/8).

Kegagalan kendaraan dalam tes rudal Korut ini bisa berarti Korea Utara perlu melakukan beberapa tes rudal balistik antar benua sebelum dapat dianggap beroperasi, kata pakar rudal Michael Elleman kepada wartawan.

Elleman, seorang ahli Institut Studi Strategis Internasional, mengutip rekaman video yang diambil oleh kamera cuaca di Prefektur Hokkaido Jepang yang disiarkan oleh televisi NHK Jepang.

Dalam sebuah laporan untuk sebuah proyek pemantauan Korea Utara yang berbasis di Washington, Elleman mengatakan bahwa video tersebut menunjukkan bahwa kendaraan masuk kembali melepaskan benda berseri kecil di ketinggian empat atau lima kilometer sebelum redup dan lenyap.

“Jika RV masuk kembali, itu akan terus berkedip … Kesimpulan yang masuk akal berdasarkan bukti video adalah bahwa RV masuk kembali tidak bertahan,” katanya.

Meski begitu, Elleman mengatakan, pengujian lebih lanjut masih bisa dilakukan Korea Utara untuk menggelar tes uji coba ICBM (Inter Continental Ballistic Missile) operasional tahun depan.

Pejabat AS mengatakan Defense Intelligence Agency (DIA), telah menetapkan bahwa Korea Utara akan dapat membuat ICBM berkemampuan nuklir yang andal pada tahun depan, lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Korea Utara mengatakan pada hari Sabtu tes ICBM kedua, yang mengikuti yang pertama pada tanggal 4 Juli, telah membuktikan kemampuannya untuk menyerang seluruh daratan AS.

Beberapa pakar yang berbasis di AS mengatakan peluncuran minggu lalu menunjukkan bahwa rudal tersebut bisa saja melaju ke Amerika Serikat seperti Denver dan Chicago, dengan New York dan Washington berada di luar jangkauan.

Namun, John Schilling, pakar rudal lain dan 38 kontributor Utara, mengatakan pekan lalu bahwa peningkatan kinerja selama uji coba 4 Juli bisa jadi hasil penggunaan muatan yang lebih ringan untuk memperbaiki jangkauannya.

Elleman mengatakan ukuran payload sangat penting untuk jangkauan dan muatan yang lebih ringan bisa berarti RV dapat berhasil.

Dia memperkirakan rudal saat ini mungkin mampu membawa bom 500 kg dengan kekuatan serupa kepada yang digunakan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia Kedua yang bisa menjangkau sejauh Pantai Barat AS. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *