oleh

The Light of Aceh Bercahaya di Johor Bahru Malaysia

-Aceh-46 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Sebagai branding wisata dan kebanggaan masyarakat Aceh, “The Light of Aceh” terus bersinar dan berbagi cahaya dengan wisatawan dalam berbagai kesempatan, salah satunya melalui pameran wisata bertajuk halal “Johor International Islamic & Halal Festival 2019 tanggal 28 hingga 31 Maret 2019 di Persada Johor International Convention Center, Johor Bahru, Malaysia, sebuah pameran yang mempromosikan ragam produk halal, salah satunya pariwisata international.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin menyatakan, keikutsertaan Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh dan pelaku industri wisata lainnya dianggap penting dalam rangka terus memperkukuhkan Aceh dengan ragam pesona wisata sebagai destinasi wisata halal dunia.

“Keikutsertaan Aceh pada berbagai pameran wisata yang bertajuk halal, baik di dalam, maupun di luar negeri sungguh penting, tidak hanya untuk memperkenalkan Aceh sebagai daerah dengan sebutan “Serambi Mekkah”, dimana Islam untuk pertama sekali diperkenalkan dan berkembang pesat pada masa lalu dan untuk memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata halal dunia, tapi juga untuk mempromosikan Aceh sebagai salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi dengan ragam pesona wisatanya, dari wisata alam, seni budaya, kuliner, minat khusus sampai wisata petualang yang telah menjadi perhatian wisatawan global,” ungkap Jamal.

Baca Juga  KIP Bireuen Sosialisasi Pemilu dengan Kreativitas Millenial

Dirinya juga menambahkan, keberhasilan Aceh memperoleh pengakuan dunia sebagai salah satu destinasi wisata halal dunia “World’s Best Halal Cultural Destination” juga perlu terus dipertahankan, salah satunya melalui penampilan Aceh pada berbagai expo atau pameran di dalam dan luar negeri.

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani Sulaiman mengatakan, keikutsertaan Pemerintah Aceh pada pameran halal di Johor Bahru memiliki makna tersendiri karena wisatawan dari Johor Bahru menduduki top 5 kunjungan wisatawan ke Aceh dan stand Aceh menjadi pusat perhatian pengunjung.

“Johor International Islamic & Halal Festival 2019 adalah pameran perdana yang diikuti oleh Pemerintah Aceh di Johor. Pengunjung pameran hampir selalu memadati stand Aceh, karena selain didekor khusus dan unik yang merefleksikan nuansa kubah mesjid dan berbagai photo-photo berukuran lebar dengan berbagai segmen utama, seperti wisata alam (petualangan), Masjid Raya Baiturrahman, penampilan seni tari Seudati, Saman, Ratoh Jaro dan lainnya, juga penampilan ragam paket wisata tematis menarik, seperti Tsunami Heritage, Wonderful Sabang Underwater, Wonderful Ramadhan, Surfing, dan lainbya” ungkapnya.

Baca Juga  KIP Bireuen dan LSM GaSAK Sosialisasi Pemilu Bagi Penyandang Disabilitas

Sementara, Kasi Analisa dan Pengembangan Segment Pasar, Nurlaila Hamjah juga menambahkan, sepasang Duta Wisata Aceh 2019, pelaku industri wisata lainnya dan Tim Seni Aceh juga diikutsertakan dalam rangka memberikan kesan positif bagi pengunjung.

“Sepasang Duta Wisata Aceh, M Hernan Rusydi dan Elzira Fellicia, pelaku industri wisata Aceh lainnya, seperti Asoe Nanggroe Travel dan Gadeng Wisata Travel serta penampilan tim seni Aceh dari Sanggar Meuruno Art akan siap tampil maksimal dalam melayani dan memberikan ragam informasi tentang potensi wisata Aceh. Khusus penampilan tim tari Aceh dengan judul “Tari Ratoh Jaroe” dan “Piasan Meulaot” yang berhasil tampil maksimal, sekaligus mengajak pengunjung pameran untuk datang dan berwisata di Aceh,” jelas Lela.

Kunjungan Meningkat

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh meningkat mencapai 2,5 juta orang yang terdiri 2,4 juta wisnus dan 106 ribu wisman pada 2018. Sementara pada 2017, jumlah wisatawan yang ke Aceh sebanyak 2,3 juta orang yang terdiri dari 2,2 juta wisnus dan 78 ribu wisman.

Baca Juga  Kapolda Aceh Kunker ke Polres Bireuen

Angka ini diprediksi akan terus meningkat dan ditargetkan angka kunjungan wisnus di Aceh sebanyak tiga juta jiwa dan wisman 150 ribu orang pada 2019. Sementara, angka kunjungan wisatawan muslim ke Aceh diharapkan juga meningkat, dari 35 ribu pada 2018 menjadi 40 ribu pada 2019.

“Alhamdulillah persepsi tentang Aceh yang tidak aman dan persepsi negatif lainnya sudah berhasil kita tepis. Aceh menjadi tujuan wisata yang asyik dan banyak wisatawan yang ingin kembali ke Aceh,” tutup Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Komentar

Berita Terbaru