oleh

Tiga Minggu Operasi, BNN dan Polda Aceh Tangkap 209 Kg Sabu dan 4 Tersangka

PENANEGERI, Langsa – Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari mengungkapkan hasil operasi yang dilakukan pihaknya bersama Polda Aceh selama 3 (tiga) minggu di wilayah Aceh terkait pengungkapan Narkoba jaringan internasional.

“Total Narkotika yang berhasil kita dapatkan yakni, pil ekstasi (MDMA) sebanyak 8.500 butir, Happy Five sejumlah 10.000 butir dan sabu-sabu (Metamfetamin) sejumlah 209.930,43 gram atau sekitar 209 kg yang berasal dari 4 (empat) lokasi berbeda yaitu, di jalan lintas Banda Aceh – Medan, Kecamatan Idi Rayeuk, di Kampung Tong, Kecamatan Idi Rayeuk, di jalan lintas Aceh Kabupaten Aceh Timur dan terakhir di jalan lintas Medan – Banda Aceh, Desa Seneubok Baru, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang,” demikian disampaikan Irjen Pol Arman Depari saat konfrensi pers di Mapolres Langsa, Minggu (5/11) sore.

Dijelaskannya, dalam operasi tersebut, pihaknya juga berhasil mengamankan 4 (empat) orang tersangka warga Aceh Timur masing-masing, Udin Daini, Rahmad Ahyan, Abidar alias bebidol dan Muhammad. Penyelundupan Narkoba ini berasal dari negara tetangga kita dan berkolaborasi dengan sindikat Aceh dan nantinya di pasok ke wilayah-wilayah yang ada di Indonesia.

Operasi

“Para sindikat Narkoba melakukan transaksi di tengah laut, dengan cara menentukan titik koordinat pada satu titik dan akan bertransaksi dengan cara seat The seat antara sindikat,” beber Deputi Pemberantasan BNN RI itu.

Yang tertarik, lanjut Irjen Pol Arman, modus yang digunakan para sindikat yakni dengan menanam bungkusan Narkoba itu kedalam tanah. Oleh karena itu, kita harus memberikan perhatian kepada masyarakat sekitar kita khususnya daerah Aceh, karena Aceh di kelilingi pantai sehingga salah satu jalur favorit yang di gunakan para penyelundup saat ini melalui jalur laut.

“Kami sudah mengupayakan dan menjelaskan kepada masyarakat-masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan meminta mereka bekerja sama dalam mencegah dan memberantas masuknya Narkoba dari jalur laut,” jelasnya.

“Salah satu yang menyebabkan lemahnya pemberantasan Narkoba di Indonesia, karena permintaan masuknya barang Narkotika tahan air sangat besar ditambah banyaknya pelabuhan ilegal yang sangat kurang pengawasan,” tandas Jenderal bintang dua alumni Akpol tahun 1985 itu.

Operasi

Dalam konrensi pers tersebut turur dihadiri Direktur Pemberantasan dan penindakan BNN, Brigjen Pol Anjan Pramuka, Kapolres Langsa, AKBP Setya Yudha Prakasa, SIK. Pabung Kodim Aceh Timur, Mayor Inf Sulistiyo, Kasi Pemberantasan BNN Kota Langsa, Kompol H Awnar, Kabag 0ps Polres Aceh Timur, Kompol Raja Gunawan, SH, MH dan Kasi Pemberantas BNN Kabupaten Aceh Tamiang, AKP Rafli Darmawan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *