oleh

Tim Gabungan Tembak Mati DPO Sabu di Bener Meriah

PENANEGERI, Langsa – Tim gabungan yang terdiri dari BNNP Aceh, BNNK Langsa dan Polda Aceh, menembak mati Ridwan Ismail Jamil yang merupakan DPO penyeludupan narkotika sabu seberat 35 kilogram, Senin (30/9).

“Pengungkapan itu berawal saat BNNP Aceh mendapat informasi bahwa tersangka berada di Kabupaten Bener Meriah. Saat dilakukan penyelidikan benar adanya tersangka bersembunyi di sana,” demikian disampaikan, Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol, Drs H Faisal Abdul Naser, MH, melalui siaran persnya, kepada Penanegeri.com, Selasa (1/10).

Kemudian, pihaknya berkoordinasi dengan BNNK Langsa dan tim BNNP Aceh berkerjasama dengan tim Polda Aceh melakukan pengejaran dan saat ditangkap tersangka berusaha kabur dengan sepeda motornya, setelah di lakukan tembakan peringatan tersangka tidak mengindahkannya. Lalu, tim melakukan tindakan tegas terukur dengan menembakkan ke arah tersangka.

“Saat diupayakan pertolongan medis oleh tim di dalam perjalanan ke rumah sakit di Kabupaten Bireun, tersangka meninggal dunia karena kehabisan darah,” ungkap Faisal.

Lanjutnya, Ridwan Ismail Jamil, merupakan DPO penyelundupan sabu seberat 35 kilogram dari Sumatera ke Jakarta. Namun, sabu yang diangkut menggunakan Truk Colt Diesel BK 9434 EN, berhasil digagalkan tim BNN RI di Fly Over selepas Pelabuhan Merak dan digiring ke area SPBU 34-424-09, Jalan Terusan Tol Jakarta-Merak Km 2, Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Cilegon.

Baca Juga  Pengedar Sabu Ini Gigit Polisi Saat Ditangkap

Selain mengamankan sabu seberat 35 kilogram, tim juga meringkus sopir truk, MU dan seorang saksi dari kasus tersebut yang berprofesi sebagai kernet.

“Dari pengakuan MU, barang haram itu dari RA, warga Dusun Tanjung Putus, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota atas perintah Ridwan Ismail Jamil dan RA juga sudah berhasil diamankan,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru